Pariwisata Jadi Core Economy Bangsa

Pariwisata Jadi Core Economy Bangsa

Presiden RI Joko Widodo meresmikan Kereta Api Bandara, di Jakarta, Selasa (2/1). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta – Pariwisata dijadikan core economy bangsa, semakin terdengar dan terus memviral. Semua sektor pun mensupport pariwisata sebagai satu diantara prioritas pembangunan di kabinet kerja, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim. Sampai-sampai peresmian KA Bandara, Selasa (2/1), ikut dikawal langsung Presiden Jokowi.

Gairah pariwisata pun makin berkobar. Apalagi, inovasi dan layanan KA Bandara ini memberikan kepastian, kecepatan, dan kenyamanan terhadap penumpang dan wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya melihat, ini sebagai bentuk konkret keseriusan dan komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun pariwisata secara total. Semua lini, semua ruang diorkestrasi untuk memperkokoh fondasi soliditas pariwisata.

“Jika CEO negara ini sudah mengarahkan haluan ke sektor pariwisata, Menpar makin yakin atmosfer itu akan semakin cepat terwujud. Terima kasih Pak Presiden,” kata Arief Yahya.

KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki total 10 rangkaian yang berkapasitas penumpang secara keseluruhan yaitu sekitar 272 orang. Beroperasi dengan rencana operasional yaitu 03.21 sampai dengan 22.51 WIB setiap harinya dengan total 42 perjalanan pp dengan durasi perjalanan yang ditempuh sekitar 55 menit.

“Semuanya sangat keren. Customer interfacing unit kita, semuanya diset dengan global standard. Bandaranya jadi sangat ramah wisatawan. Kalau seluruh proses kerja ini bisa kita sistemkan, maka kita akan betul-betul bisa mengendalikan perang-perang yang kita jalankan dan memastikan kemenangan,” ujar Arief Yahya.

Kementerian Perhubungan telah menetapkan dan memberlakukan tarif promo mulai dari 26 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018 dengan harga sebesar Rp 30.000. Namun terhitung mulai 2 Januari 2018, akan berlaku tarif sebesar Rp 70.000. Nantinya tarif tersebut berlaku untuk seluruh stasiun yang melayani tujuan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan sistem pembayaran cashless (non tunai).

Rute KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melewati Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman baru (BNI City) – Stasiun Duri – Stasiun Batu Ceper – Stasiun Soekarno-Hatta, dan begitupun sebaliknya dari arah bandara.

Namun, untuk tahap awal KA bandara baru melayani naik turun penumpang dari tiga stasiun yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Fasilitas penunjang lainnya yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mobilitas perpindahan antar terminal setelah tiba di Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta yaitu adalah Sky Train atau Kereta Layang (KALAYANG).

Sky Train atau KALAYANG di Bandara Internasional Soekarno-Hatta beroperasi selama 20 jam sehari mulai pukul 04.27-00.17 WIB dimana waktu tersebut menyesuaikan dengan jadwal kedatangan KA bandara di Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan empat jam sisanya dialokasikan untuk daily maintenance dan istirahat. (Stevani Elisabeth)