Khofifah Tak Mau Terjebak Isu Gender

Khofifah Tak Mau Terjebak Isu Gender

Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparwansa, yang juga Menteri Sosial, tak mau terjebak dalam debat pemimpin perempuan. Menurutnya, hal itu tak akan selesai untuk didiskusikan karena masing-masing orang memiliki pandangan dan pemahaman yang berbeda.

“Saya tetap pada posisi bahwa berbeda pendapat itu sebuah kenyataan dan itu biasa saja,” kata Khofifah di sela-sela acara Rapat Koordinasi Tikor Bansos Pangan 2018 di Jakarta, Kamis (4/1).

Menurutnya, isu gender dalam kaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Timur tak mempengaruhi dirinya. Ia belajar dari cerita mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) ketika didatangi tujuh orang mufti dari Pakistan. Saat itu para mufti tersebut menceritakan kegelisahan mereka terkait kondisi di negaranya seiring dengan munculnya tokoh perempuan di negara tersebut, Benazir Bhutto.

Saat itu, kata Menteri Sosial, Gus Dur hanya menyarankan untuk sama-sama berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik. “Itu saja. Tidak ada diskusi panjang lebar. Saya mau ikut cara Gus Dur itu saja. Kalau kita diskusi tak akan selesai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaskan akan mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur saat pendaftaran pasangan calon dibuka secara resmi. “Tanggal 8, 9, 10 Januari ke KPU. Ya akan daftar ke KPU,” tegasnya.

Sedangkan terkait penolakan Yenny Wahid terhadap pinangan Partai Gerindra, Khofifah yang diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Golkar mengatakan hal tersebut adalah hak yang bersangkutan. Ia mengapresiasi dan menghormati setiap pilihan politik masing-masing dalam membangun Jawa Timur. (IJ)