Keluarga Tapol “B” Boleh Menyusul Ke Pulau Buru

Keluarga Tapol “B” Boleh Menyusul Ke Pulau Buru

Jakarta, 13 Januari 1971 – Jaksa Agung Mayjen Sugih Arto Rabu siang menghadap Presiden Soeharto di Istana Merdeka guna melaporkan selesainya, penyegaran pejabat dalam lingkungan Kejaksaan Agung disamping juga direncanakan akan adanya beberapa perubahan struktur di dalam organisasi Kejaksaan Agung.

Menjawab pertanyaan pers selesai bertemu dengan Kepala Negara, Sugih Arto juga menyatakan bahwa mengenai persoalan sejumlah 7500 tapol “B” yang berada di pulau Buru sekarang sedang dipikirkan pase pemasyarakatan.

Keluarga tapol “B” bisa menyusul
Di dalam rencana tersebut para tahanan yang tadinya diletakkan dalam barak-barak kalau mungkin akan dipecah dalam kampung yang lebih kecil yaitu persiapan apabila nanti keluarganya menyusul ke sana.

Menurut Jaksa Agung, keluarga dari para tahanan bisa saja menyusul ke pulau Buru apabila memenuhi beberapa syarat yaitu antara lain dianggap jiwa mereka sudah baik, keluarganya mau tinggal di pulau Buru dan tahanan itu sendiri telah mampu menampung keluarganya.

Menjawab pertanyaan apakah dengan kemungkinan tersebut berarti tahanan itu akan di pulau Buru seumur hidup, Sugih Arto menegaskan bahwa hal itu belum tentu. Kalau mereka dinilai sanggup menjadi warga negara yang baik maka bisa saja dikembalikan, demikian Jaksa Agung.

Akhirnya menjawab pertanyaan, Sugih Arto berkata bahwa kemungkinan resiko akan jadinya pulau Buru menjadi Lembaga Pendidikan Komunis yang baik telah dipikirkan oleh pihak Kejaksaan Agung. (SH)