Ke Sidoarjo Jangan Lupa ke Sentra Kerajinan Kulit

Ke Sidoarjo Jangan Lupa ke Sentra Kerajinan Kulit

SHNet, Sidoarjo – Sidoarjo, Jawa Timur sempat ramai diberitakan media beberapa waktu yang lalu terkait lumpur lapindo.

Namun, Sidoarjo terkenal dengan kerupuk juga petisnya. Daerah ini juga terkenal dengan kerajinan kulitnya. Ke Sidoarjo tak lengkap kalau belum berkunjung ke sentra kerajinan kulit.

Tepatnya di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin . Di sini, kita dapat melihat langsung pembuatan tas, dompet, jaket dan ikat pinggang dari kulit sapi dan domba. Mulai dari industri rumahan hingga konveksi ada di daerah ini.

Salah satu yang bisa kita kunjungi adalah konveksi Permata. Kepala Produksi Konveksi Permata Chairul Anam menjelaskan, konveksi ini mulai beroperasi sejak 2002.

Hingga saat ini sudah mempekerjakan sekitar 100 orang. “Rata – rata pekerja merupakan warga Desa Kedensari,” ujarnya. Kulit yang mereka gunakan adalah kulit sapi dan domba.

Chairul mengatakan, setiap bulannya ada 600 tas, 1500 dompet dan 300 ikat pinggang kulit yang diproduksi. Untuk tas kulit bila kita beli langsung di tempat ini, harganya berpisah Rp250.000 – Rp1,6 juta, dompet kulit dibandrol mulai Rp75.000-Rp300.000 serta ikat pinggang mulai harga Rp150.000.

Bagaimana pemasarannya? Chairul mengakui, produk – produk yang di konveksi Permata mayoritas dipasarkan di dalam negeri. “Produk kami banyak dipasarkan di dalam negeri. Meski demikian, kami sudah melayani ekspor ke Malaysia,” ujarnya.

Kendalanya, butuh modal khususnya untuk membeli alat – alat produksi dengan teknologi canggih. Para pekerja memang masih mengerjakan tas, dompet dan ikat pinggang dengan alat yang manual.

Konveksi Permata awalnya sempat dibina oleh Pusri dan Pertamina. Harapan ke depan, konveksi ini bisa menghasilkan tas, dompet dan ikat pinggang mengikuti tren fasyen dan memperluas pemasarannya hingga ke luar negeri. (Stevani Elisabeth/Foto: Ist)