Kadus Diduga Gunakan Bantuan Pemerintah Untuk Beli Suara

Kadus Diduga Gunakan Bantuan Pemerintah Untuk Beli Suara

Ist

SHNet, KUPANG – Seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial DA diduga menggunakan bantuan pemerintah berupa kawat duri untuk menawarkan kepada sejumlah warga agar memilih kembali kepala desa yang sedang menjabat, jika kembali dicalonkan pada periode berikutnya.

Salah satu warga di Rote yang menghubungi SHNet menyampaikan, Kepala Dusun DA diangkat oleh Kepala Desa Suebela, bukan dipilih oleh masyarakat. Kepala dusun tersebut dipercayakan sebagai Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di Desa Suebela, padahal yang bersangkutan hanya tamatan SD saja.

Warga tersebut mengisahkan, sekitar Juli 2017 puluhan warga di lokasi persawahan Bebidale mendapat bantuan kawat duri kurang lebih 333 rol. Kawat itu digunakan untuk pagar keliling lokasi persawahan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, kepala dusun DA yang ditunjuk sebagai TPK membagikan kawat duri kepada masyarakat hanya berdasarkan kemauannya sendiri.

“Sesuai hasil rapat pemilik sawah di kompleks tersebut bersama pemerintah bahwa tinggi pagar harus 60 cm sesuai SK Bupati. Maka setiap satu bidang sawah mendapat 12 rol kawat duri, namun kepala dusun hanya memberikan sembilan rol saja kepada setiap pemilik sawah,” kata warga tersebut, Kamis (4/1).

Dia menyampaikan, setelah pagar sawahnya dikerjakan ternyata tingginya tidak mencapai 60 cm karena kawat yang diberikan hanya sembilan rol saja. Jika 12 rol dibagikan kepada setiap pemilik sawah maka tinggi pagar di lokasi tersebut mencapai 60 cm.

Karena merasa pagar tersebut masih kurang tinggi dan padi yang sudah ditanam bakal dimakan ternak, sehingga warga tersebut meminta kepala dusun DA untuk menambah kawat sebanyak tiga rol. Namun, kepala dusun mengatakan bisa dikasih dengan ketentuan harus mendukung dan memilih kepala desa jika dia kembali mencalonkan diri pada periode berikut.

“Tidak bisa (tidak kasi kawat rol). Bisa saya kasi tapi kau harus berjanji dan sumpah bahwa kau dukung dan pilih Hani Lian (Kepala Desa Suebela) di periode berikut. Kawat yang sisa itu saya mau pake untuk cari massa,” kata sumber tersebut mengulangi pernyataan kepala dusun DA.

Sejumlah warga juga mengeluh karena aparatur (aparat desa) di Desa Suebela ditunjuk oleh kepala desa hanya karena balas jasa sehingga pelayanan kepada masyarakat juga sebagai wujud balas jasa. Kepala dusun yang diangkat rata-rata tidak tamat SMP, bahkan SD pun tidak tamat. (DA)