Jadikan Pariwisata Menjadi Lokomotif Pembangunan NTT

Jadikan Pariwisata Menjadi Lokomotif Pembangunan NTT

Pulau Padar (Ist)

SHNet, KUPANG – Bakal Calon  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, akan menjadikan sektor pariwisata menjadi lokomotif pembangunan di daerah itu jika rakyat mempercayainya sebagai  gubernur lima tahun ke depan.

Viktor yang berpasangamn dengan Josef Nae Soi mengatakan itu dalam acara Silaturahmi dan Penyampaian Visi Ekonomi calon gubernur yang digagas DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia  (Apindo) NTT di Kupang, Selasa (16/1) malam.

Di hadapan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Apindoi, Kadin, HIPMI dan REI NTT, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu mengutarakan, potensi pariwisata NTT sangat luar biasa.

Ia menilai NTT tidak miskin, namun kaya dalam banyak hal. Kaya dalam potensi budaya, panorama alam nan indah. Ini semua jika dikelola dengan benar dan secara  profesional oleh orang yang berintegritas, cerdas, berwawasan serta berelasi luas, NTT akan keluar dari kemiskinan.

Viktor menuturkan, tahun 2015 sektor pariwista menjadi pemasok devisa kelima bagi Indonesia setelah kelapa sawit, batubara, minyak dan gas. Tetapi, pada tahun 2019 yang akan datang  pariwisata akan menempati urutan kedua setelah kelapa sawit sebagai penyumbang devisa.

“Tahun 2019, dunia pariwisata akan booming. Ini yang menggerakkan ekonomi Indonesia. Buat NTT.dengan  potensi yang sangat besar Ini, adalah sebuah momentum untuk menggerakan perekonomian provinsi kepulauan tersebut,” kata Viktor.

Dikatakan, tekad itu tentunya harus diudukung oleh kemampuan sumber daya manusia. Dan yang paling sulit adalah bagaimana  mengubah mindset masyarakat NTT untuk  menjadikan pariwisata sebagai sebuah industri.

Ia berjanji jika dirinya dan Josef Nae Soi dipercayakan rakyat memimpin daerah ini, tahun pertama akan mengirim 10.000 tenaga kerja untuk magang  ke luar negeri khusus untuk belajar tentang industri pariwisata. Tenaga kerja inilah yang akan menjadi penggerak sektor pariwisata NTT.

Selain sektor pariwisata, ada sektor kelautan dan perikanan yang perlu dikelola secaraa baik. Jika tidak, NTT akan tetap tertinggal dari daerah lain. Membangun NTT perlu kerja keras, dan yang paling penting adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat.

“Para pengusaha NTT harus menjadi entrepreneur baru dan harus berani melepskan diri dari ketergantungan pada projek–projek pemerintah, tetapi menjadi pengusaha yang membangun industri untuk mendukung roda perekenomian daerah,” ujarnya. (Dis Amalo)