Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Maka Selesailah Persoalan IPG – FKIP, Dan Lahirlah

Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Jakarta, 3 Januari 1963 – Presiden Soekarno mengambil keputusan mempersatukan FKIP dan IPG dalam satu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) yang setingkat dengan Unversitas dalam lingkungan Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dengan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan Unversitas lain.

Keputusan itu diambil dengan pertimbangan bahwa perlu adanya kesatuan dalam pendidikan guru dan ahli pendidik, serta perlu diikhtiarkan daya guna yang sebesar-besarnya dalam pelaksanaan pembangunan dibidang pendidikan pada khususnya.
Dalam keputusan Presiden RI No.1/1963 itu, selanjutnya dibentuk satu Dewan Pembantu yang bertugas membantu Menteri PTIP dalam menetapkan organisasi, kurikulum dan hal yang penting lainnya yang bersangkutan dengan tugas IKIP tersebut.

Ketua ditetapkan : Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, Wakil Ketua : Wakil Menteri Pertama Bidang Khusus selaku Ketua Panitia Indoktrinasi, Anggota : Menteri Urusan Research Nasional, Menteri Agama dan Menteri Urusan Olahraga.

Sebelum diambil keputusan tersebut Presiden Soekarno telah meminta pendapat dari Badan Kerjasama Senat Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) seluruh Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, dan Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dalam pertemuannya hari Rabu kemarin.

Presiden juga memperhatikan pertimbangan dari MP Djuanda dan Wampa Muljadi Djojomartono, Menteri PTIP Ir. Thojib dan Menteri PdK Prijono dalam pertemuan beberapa kali sebelumnya. (SH)