Ini Cara Magelang Jadi Kota Layak Anak Tingkat Nindya

Ini Cara Magelang Jadi Kota Layak Anak Tingkat Nindya

Sekolah Ramah Anak di Kota Magelang. (Ist)

SHNet, Jakarta- Awal 2018, kembali ramai diberitakan seputar video pornografi dan kekerasan seksual terhadap anak. Hal ini butuh komitmen yang kuat dari semua pihak untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak.

Ada beberapa daerah di Indonesia yang berkomitmen memberikan perlindungan pada anak-anak lewat Kota Layak Anak (KLA). Salah satunya adalah Kota Magelang.

Kota Magelang sudah 4 kali meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sebagai Kota Layak Anak (KLA). Bahkan Kota Magelang ditetapkan sebagai KLA tingkat Nindya.

Forum Anak Difabel yang ada di Kota Magelang. (Ist)

Deputi Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA Lenny N Rosalin mengatakan, pada 2017 ada 126 kabupaten /kota yang mendapatkan penghargaan KLA. Solo dan Bali masuk kategori KLA Utama. Sedangkan , Kota Magelang, Padang, Bogor, Depok, Gianyar masuk kategori KLA Nindya.

“Kota Magelang dari hasil evaluasi 2017 , memiliki keunikan seperti Bapak KLA yang diberikan kepada Danrem, Kapolres, kajari. Selain itu, Kota Magelang juga sudah memiliki Perda perlindungan anak, gugus tugasnya sudah terbentuk, rencana aksi daerahnya sudah ada, termasuk peran lembaga masyarakat,” kata Lenny.

Pojok Baca, salah satu fasilitas untuk anak yang ada di Puskesmas Magelang Selatan (Ist)

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Magelang Wulandari Wahyuningsih menjelaskan, berbagai program dan inovasi terkait dengan layanan ramah anak telah dicanangkan di Kota Magelang, seperti pengangkatan forum pimpinan daerah sebagai Bapak Layak Anak, mengadakan Gerakan Pugar Ruang Belajar Anak (Gepura), Gerakan Balita Menabung (Galitung), dan pencanangan Rukun Warga Ramah Anak.

Gerakan Balita Menabung yang ada di Posyandu Shinta Sari Kota Magelang. (Ist)

Bahkan di Kota Magelang juga telah dibentuk RW Ramah Anak. Jajaran pemkot setempat juga berperan penting dalam pelaksanaan berbagai program terkait dengan layanan kepada anak dan perempuan, seperti kegiatan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak, Forum Anak di 17 kelurahan, pembentukan Organisasi Bocah Magelang, dan Woman Crisis Center.

Tempat penitipan anak di Pasar Rejowinangun. (Ist)

Dia menjelaskan, Kota magelang juga telah memiliki Forum Anak Difabel, Puskesmas Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak dan Tempat Penitipan Anak di Pasar Rejowinangun serta poli kesehatan jiwa anak dan remaja.

Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Kota Magelang. (Ist)

“Kami punya program Berlian (Bersama Lindungi Anak) sekaligus ikon untuk melindungi anak di semua titik,” ujar Wulandari. (Stevani Elisabeth)