Generasi Muda Akan Teruskan Perjuangan Tritura

Generasi Muda Akan Teruskan Perjuangan Tritura

Jakarta, 11 Januari 1972 – Renungan suci yang dilakukan oleh puluhan anggota generasi muda, Senin malam di pusara Pahlawan Ampera Arief Rachman Hakim dan Ridwan Rais dipemakaman Blok P Kebayoran Baru berlangsung dengan khidmat sebagai memperingati koraban pertama dalam menjatuhkan Orde Lama tanggal 10 Januari 1966.

sesaat sebelum acara renungan dimulai di tempat itu juga telah dibuatkan ikrar yang kemudian dibaca bersama-sama yang intinya berisikan bahwa tuntutan Tritura ke-3 yaitu penurunan harga belum tercapai dan penurunan harga merupakan aspirasi pembangunan dan oleh karena itu mereka semua berjanji untuk meneruskan perjuangan Tritura tersebut.

Julius Usman dengan penuh haru menyatakan kepada kedua temannya yang telah mendahuluinya bahwa dia tidak mampu menghadapi tank dan bayonet. Namun demikian dia berjanji akan terus memperjuangkan cita-cita mereka sekalipun akan mengalami resiko yang bagaimana pun.

Arief Budiman yang juga hadir malan itu dengan suara terputus-putus hingga tidak jelas kedengaran hanya mengajukan pertanyaan yang ditujukan kepada sesamanya betapa hebatnya kekuatan senjata yang dihadapi tatkala Tritura tahun 1966 dilancarkan.

Sebelum acara diakhiri, para hadirin dengan syahdu bersama-sama menyanyikan “Padamu Negeri” dan “Syukur”.
Sebelum meninggalkan pemakaman Blok P Kebayoran Baru, kelompok generasi muda tersebut juga menjenguk makam Pahlawan Ampera Zainal Zakwe korban kekuatan Orla di lapangan Monas 3 Oktober 1966.

renungan suci yang diakhiri jam 21:30 mendapat persamaan dari Skogar berlangsung dengan tertib dan selamat kembali ke tempatnya masing-masing. (SH)