Dana Bansos Harus Diterima Tiap Tanggal 25

Dana Bansos Harus Diterima Tiap Tanggal 25

Ist

SHNet, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, meminta pendataan masyarakat miskin penerima bantuan sosial (bansos) harus benar-benar valid. Validitas data menjadi tanggung jawab sekretaris daerah (sekda) pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dana bansos akan diterima oleh penerima pada setiap tanggal 25 pada setiap bulannya.

Hal itu disampaikan Tjahjo Kumolo saat membuka Rapat Koordinasi Tikor Bansos Pangan 2018 di Auditorium TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/1). “Kemendagri dan Kemensos dalam hal ini kerja sama. Jangan sampai ada warga yang terhambat atau terlewatkan pendataannya. Makanya Sekdanya yang bertanggung jawab,” tegas Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengatakan pada tahun 2017 lalu ada 164 pengaduan terkait rastra (beras sejahtera). hal itu, menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut lebih karena masalah pendataan yang kurang akurat. Ia juga menyoroti soal anggaran dalam pengentasan masyarakat miskin sangat besar. Anggaran yang besar tersebut rawan terjadi tindak pidana korupsi. Karena itu, meminta untuk berhati-hati, apalagi dalam tahun politik seperti saat ini.

Sedangkan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa, mengatakan bantuan pangan non tunai (BPTN) dimaksudkan agar program pemerintah lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa dengan penggunan ATM (anjungan tunai mandiri) dan berbagai fasilitas perbankan lainnya sehingga penyaluran bantuan bisa lebih baik.

Khofifah yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Timur, mengaku memiliki mimpi dalam memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap masyarakat miskin dan anak-anak. Ia berharap Indonesia menjadi centre of excellence menyangkut pengurangan jumlah penduduk miskin. “Saat ini saya merasa sudah mau sampai di ujung,” kata Khofifah.

Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menuturkan mimpi itu sudah lama ia lakukan, setidaknya sejak menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada era Presidan Abdurahman Wahid (Gus Dur). Berbagai pengetahuan dan pengalamannya itulah yang akan ia gunakan di Jawa Timur jika menang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Timur, Juli 2018 mendatang.

Saat ini Khofifah sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti pilkada Jawa Timur. Setidaknya ada empat partai politik memberi dukungan kepadanya berpasangan dengan Emil Dardak. Empat partai itu adalah Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar, dan Partai Demokrat. (IJ)