Yerusalem Ibu Kota Israel Donald Trump Undang Palestina ke AS

Yerusalem Ibu Kota Israel Donald Trump Undang Palestina ke AS

Ist

SHNet, YERUSALEM – Media massa terkemuka Israel, Haaretz.com, Jumat pagi (8/12/2017), melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald John Trump, mengundang Presiden Palestina, Mahmoud Abbas ke Gedung Putih, Washington DC.

Undangan Mahmoud Abbas ke Washington DC, untuk meredakan ketegangan politik dunia, setelah pada Rabu (6/12/2017) siang waktu AS, atau Kamis (7/12/2017) dini hari waktu Indonesia, Presiden AS, Donald John Trump, didampingi Wakil Presiden, Mike Pence, mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Gedung Putih mengkonfirmasi laporan bahwa Trump mengundang Abbas untuk mengunjunginya di Washington dalam waktu beberapa minggu, ketika presiden Palestina dijadwalkan berada di kota untuk menjalani prosedur medis.

Undangan tersebut diperpanjang dalam sebuah telepon pada hari Selasa, 5 Desember 29017, ketika Trump memanggil pemimpin Palestina tersebut untuk memberitahukan keputusannya tentang Yerusalem.

Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk pertemuan tersebut, kata Gedung Putih, menambahkan bahwa Trump mengungkapkan keinginannya untuk mendiskusikan rencana perdamaian pemerintahannya dengan Abbas.

Sementara itu, seorang pejabat senior Palestina di partai Fatah yang berkuasa di Abbas mengatakan pada hari Kamis, 6 Desember 2017, bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, yang akan berkunjung ke wilayah tersebut akhir bulan ini, “tidak diinginkan di Palestina.”

“Atas nama Fatah saya mengatakan bahwa kita tidak akan menyambut wakil Trump di Wilayah Palestina. Dia meminta untuk bertemu (Abbas) pada tanggal 19 bulan ini di Bethlehem, pertemuan semacam itu tidak akan berlangsung, “kata Jibril Rajoub.

Ajudan untuk Abbas tidak segera tersedia untuk dimintai komentar. Pence diperkirakan akan berkunjung ke wilayah tersebut akhir bulan Desember 2017. Dia akan melakukan perjalanan ke Israel dan ke kota Betlehem di Tepi Barat.

Tidak jelas apa maksud ucapan Rajoub untuk bagian Tepley dalam perjalanan Pence, namun Politico melaporkan pada hari Kamis bahwa Pence “masih bermaksud untuk bertemu dengan Abbas dan pemimpin Palestina dan berpikir bahwa ada keputusan untuk menarik keluar dari pertemuan tersebut akan menjadi kontraproduktif,” seorang Putih Pejabat rumah tersebut mengatakan.

Keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan untuk memajukan rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota yang diperebutkan telah memicu kemarahan di seluruh wilayah tersebut.

Trump tiba-tiba membalikkan dekade kebijakan A.S. pada hari Rabu, 6 Desember 2017, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menimbulkan kemarahan dari orang-orang Palestina dan menentang peringatan kerusuhan di Timur Tengah. Trump juga berencana memindahkan kedutaan A.S. ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Abbas pergi ke Amman untuk menemui Raja Abdullah II dari Yordania untuk mengkoordinasikan posisi pada keputusan Yerusalem Trump. Keputusan Trump telah mengumpulkan kutukan dari para pemimpin di seluruh dunia dan seruan oleh Hamas untuk “menyalakan intifada baru.”

Sementara itu, setidaknya 19 warga Palestina terluka di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza dalam bentrokan dengan tentara Israel, kata Bulan Sabit Merah, Kamis, 6 Desember 2017. Demonstrasi di Ramallah, Tul Karm, dan Nablus dihadiri oleh ratusan demonstran, beberapa di antaranya membakar gambar Presiden A. Tren Donald Trump. Puluhan warga Palestina juga melakukan demonstrasi di beberapa lokasi di utara dan tengah Jalur Gaza.

Di kota-kota Tepi Barat Hebron dan Al-Bireh, ribuan demonstran bersatu dengan nyanyian “Yerusalem adalah ibu kota Negara Palestina,” kata saksi mata. Beberapa orang Palestina melemparkan batu ke tentara.

Militer Israel mengatakan bahwa pihaknya memperkuat pasukan yang ditempatkan di Tepi Barat sebagai tanggapan atas demonstrasi tersebut. Beberapa batalyon tentara baru akan dikerahkan dan pasukan lainnya siaga, sebuah pernyataan militer mengatakan, menyerukan langkah-langkah “bagian dari kesiapan IDF untuk kemungkinan perkembangan.”

Yerusalem  merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama – Yudaisme, Kekristenan dan Islam.

Kantor Berita Nasional Inggris, Reuters, menyebutkan, baik orang Isrel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, sebab Israel mempertahankan lembaga-lembaga pemerintahan utamanya di sana dan Negara Palestina pada dasarnya memandang kota ini sebagai pusat kekuasaannya; bagaimanapun kedua klaim tersebut tidak ada satupun yang mendapat pengakuan luas secara internasional.

Sepanjang sejarahnya yang panjang, Yerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali. Bagian pertama koa ini menjadi tempat permukiman pada milenium ke-4 SM. Pada tahun 1538 dibangun tembok di sekitar Yerusalem dalam pemerintahan Suleiman yang Luar Biasa.

Saat ini tembok tersebut mengelilingi Kota Lama, yang mana secara tradisi terbagi menjadi empat bagian—sejak awal abad ke-19 dikenal sebagai Kawasan Armenia, Kristen, Yahudi dan Muslim.

Kota Lama menjadi sebuah Situs Warisan Dunia pada tahun 1981, dan termasuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dalam Bahaya. Yerusalem modern telah berkembang jauh melampaui batas-batas Kota Lama.

Menurut tradisi Alkitab, Raja Daud merebut kota ini dari Suku Yebus dan kemudian didirikannya sebagai ibu kota Kerajaan Isrel Bersatu; putranya, Raja Salomo, memerintahkan pembangunan Bait Pertama. Peristiwa-peristiwa pokok ini, sejak permulaan millenium ke-1 SM, memiliki peranan sentral secara simbolis bagi orang-orang Yahudi.

Julukan kota suci mungkin disematkan ke Yerusalem pada pasca-periode pembuangan. Kesucian Yerusalem dalam Kekristenan, terlestarikan dalam Septuaginta yang mana diadopsi kaum Kristen sebagai otoritas mereka sendiri, dipertegas oleh catatan Perjanjian Baru tentang penyaliban Yesus di sana.

Dalam pandangan Islam Sunni,  Yerusalem adalah kota tersuci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Dalam tradisi Islam, pada tahun 610 M Yerusalem menjadi kiblat pertama, yaitu arah yang dituju dalam doa Muslim (salat), dan Muhammad melakukan Perjalanan Malam di sana 10 tahun kemudian, naik ke surga di tempat ia berbicara kepada Allah, menurut Al-Qur’an Alhasil.

Walaupun hanya merupakan daerah seluas 0,9 kilometer persegi, Kota Lama memiliki banyak situs dengan arti penting keagamaan yang sangat berpengaruh, di antaranya yaitu Bukit Bait Suci (Kompleks al-Haram) dan Tembok Baratnya, Gereja Makam Kudus,  Kubah Batu (Kubah Shakhrah), Makam Taman, dan Masjid Al-Aqsa.

Saat ini status Yerusalem tetap menjadi salah satu isu pokok dalam Konflik Israel dan Palestina. Selama Perang Arab – Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu daerah yang direbut dan kemudian dianeksasi oleh Israel; sedangkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Lama, direbut dan kemudian dianeksasi oleh Yordania.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan setelah itu menganeksasinya ke dalam Yerusalem, bersama dengan tambahan wilayah di sekitarnya. Salah satu Hukum Dasar Israel, yaitu Hukum Yerusalem tahun 1980, menyebut Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi dari negara tesebut.

Semua bidang pemerintahan Israel berada di Yerusalem, termasuk Knesset (parlemen Israel), kediaman Perdana Menteri dan Presiden, juga Mahkamah Agung. Kendati masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan memperlakukan Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki oleh Israel Israel memiliki suatu klaim yang lebih kuat untuk kedaulatannya atas Yerusalem Barat.

Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan tidak ada kedutaan asing yang didirikan di kota ini. Di Yerusalem juga terdapat beberapa lembaga Israel non-pemerintah yang memiliki kepentingan nasional, misalnya Universitas Ibrani dan Museum Israel dengan Shrine of the Book di lapangannya.

Pada tahun 2011 Yerusalem memiliki populasi 801.000 penduduk, di antaranya terdiri dari 497.000 penganut agama Yahudi (62%), 281.000 (35%) penganut Islam, 14.000 (sekitar 2%) penganut Kristen, dan 9.000 (1%) tidak dikelompokkan menurut agama.

Keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel yang disambut kutukan dunia menegaskan posisi kota tua itu yang sangat khusus bagi Israel dan Palestina.

Wartawan British Broadcasting Corporation (BBC), Erica Chernofsky mencari tahu mengapa kota ini penting bagi umat Kristen, Islam dan Yahudi -tiga agama yang sama-sama terkait dengan figur Ibrahim dalam kitab-kitab suci.

Yerusalem – nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi dan Muslim sejak berabad-abad sengketa dan sejarah bersama. Dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim dan dalam bahasa Arab disebut al-Quds, Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia. Di masa lalu, kota ini pernah berulang kali direbut, ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali oleh berbagai pihak, dan seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu.

Pusat -bahkan inti- Yerusalem adalan bagian Kota Tua, suatu labirin gang-gang sempit dan arsitektur bersejarah yang menandai empat penjuru kota – kawasan Kristen, Muslim, Yahudi dan Armenia. Dikelilingi oleh dinding batu berupa benteng tempat berdirinya sejumlah situs tersuci di dunia.

Setiap kawasan mewakili populasi tersendiri. Orang-orang Kristen memiliki dua kawasan, karena orang-orang Armenia juga beragama Kristen. Kawasan Armenia ini, yang terkecil dari keempatnya, adalah salah satu pusat Armenia tertua di dunia.

Di dalam Kawasan Kristen terdapat Gereja Makam Kudus, sebuah tempat ziarah penting para penganut orang Kristen di seluruh dunia. Tempat itu terletak di sebuah lokasi yang sangat penting dalam kisah Yesus: kematiannya, penyalibannya dan kebangkitannya.

Dalam kepercayaan tradisi Kristen pada umumnya, Yesus disalibkan di sana, di bukit Golgota, atau bukit Kalvari, dan makamnya terletak di dalam bangunan pekuburan yang juga diyakini sebagai tempat kebangkitannya.

Gereja Makam Kudus dikelola bersama oleh perwakilan aliran Kristen yang berbeda, terutama Patriarkat Ortodoks Yunani, kaum biarawan Fransiskan dari Gereja Katolik Roma dan Patriarkat Armenia, serta kalangan kristen Ortodoks Etiopia, Koptik dan Suriah.

Tempat ini adalah salah satu tujuan ziarah utama bagi ratusan juta orang Kristen di seluruh dunia yang mengunjungi makam kosong Yesus dan mencari penebusan dalam doa di lokasi tersebut.

Kawasan Muslim adalah yang terbesar dari keempatnya dan berisi tempat suci Kubah Batu (Kubah As-Shakrah, atau Dome of the Rock) dan Masjid al-Aqsa di dataran tinggi yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif.

Masjid yang dikelola oleh sebuah lembaga wakaf itu merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Masjidil Aqsa ini dari Mekkah dalam perjalanan malam Isra Miraj, dan solat dan berdoa bersama ruh para nabi. Beberapa langkah dari masjid, adalah Kubah As-Shakrah yang berisi batu fondasi yang diyakini umat Islam sebagai tempat bertolak Muhammad menuju surga. dalam peristiwa Isra Miraj itu.

Di Kawasan Yahudi terdapat Kotel, atau Dinding Ratapan, atau Tembok Barat, sisa dari dinding tempat berdirinya Bait Suci zaman dulu. Di dalam tempat suci itu terdapat Ruang Maha Kudus, situs paling suci dalam agama Yahudi.

Umat Yahudi percaya bahwa inilah tempat batu fondasi penciptaan dunia, dan tempat Abraham, atau Nabi Ibrahim, siap mengorbankan anaknya Ishak, atau Ismail. Banyak orang Yahudi yang percaya bahwa Dome of the Rock adalah tempat Ruang Maha Kudus itu.

Saat ini, Tembok Barat adalah tempat orang Yahudi bisa berdoa di lokasi terdekat ke Ruang Maha Kudus. Situs ini dikelola oleh Rabi dari Tembok Barat dan setiap tahun menampung jutaan pengunjung. Orang-orang Yahudi dari seluruh dunia mengunjungi tempat ini untuk berdoa. (Aju)