Tokoh Ex PKI Di Luar Negeri Tak Usah Dipangggil Pulang

Menlu Adam Malik

Tokoh Ex PKI Di Luar Negeri Tak Usah Dipangggil Pulang

Jakarta, 7 Desember 1973 – Menlu Adam Malik mengemukakan keyakinannya hari Kamis di Jakarta, bahwa dengan usaha yang sedang dijalankan sekarang dalam menyelesaikan persoalan di Timur Tengah, peperangan tidak akan pecah lagi di wilayah itu.

Adanya kemacetan sementara dalam perundingan antara pihak Mesir dengan Israel di Km 101 di daerah Suez, tidak berarti sudah gagal usaha dalam mendapatkan penyelesaiannya, kata Menlu menjawab pertanyaan dalam pertemuan pers berkalanya di Deplu.

“Saya yakin tidak akan cepat pecah perang lagi disana, kecuali kalau semuanya itu sudah gagal”, kata Menlu yang dalam hubungan ini menunjuk kegiatan baik yang menyangkut perundingan yang sedang dilakukan pihak Mesir dan Israel maupun dengan adanya kegiatan peninjau Amerika Serikat dan Uni Sovyet di sana.

Disamping kegiatan dari badan pengawasan gencatan senjata PBB dan akan berlangsungnya perundingan di Jenewa mulai tanggal 18 Desember seperti yang telah direncanakan.
Berdasarkan hal itulah menurut Menlu Adam Malik, ia yakin tidak akan pecah lagi peperangan di sana dalam minggu-minggu ini. Bahwa keadaan gawat, itu bisa saja terjadi.

Soal minyak
Menlu Adam Malik kembali menegaskan bahwa tindakan yang diambil negara Arab dengan pemboikotan minyaknya adalah sebagai alat perjuangan dari negara tersebut.

“Kita bisa mengerti tindakan yang diambil oleh negara Arab dalam hal ini untuk menolong perjuangan mereka”, kata Menlu.
Menurut Menlu cara perjuangan negara Arab serupa ini mungkin akan dihentikannya, kalau Israel telah meninggallkan wilayah negara Arab yang telah didudukinya,dibebaskannya Yerussalem oleh Israel dan dikembalikannya hak rakyat Palestina.

Kalau ha itu sudah tercapai, tentu mereka (negara Arab) akan menghentikan pemboikotan minyak mereka, kata Menlu menambahkan.

Ex PKI
Pemerintah Indonesia tidak usah memanggil tokoh Ex PKI yang berada di luar negeri seperti yang berada di RRC.
“Tidak usah mereka dipanggil kesini, malah akan menambahkan pekerjaan saja”, kata Menlu menjawab pertanyaan seorang wartawan apakah tokoh Ex PKI yang berada di luar negeri itu akan dipanggil pulang ke Indonesia ?.

Kalau mereka kembali dan minta dikembalikan malah menambah pekerjaan saja dan kita diminta lagi untuk membiayai ongkos mereka, kata Menlu.
Menlu mengatakan kalau mereka itu kembali ke sini, tentu mereka itu akan diperiksa.

Selat Malaka
Lewatnya kapal asing diperairan Selat Malaka menurut Malik bahwa Indonesia dan Malaysia sependapat bahwa kapal tersebut harus memberitahu hal itu kepada negara pantai.

Ini terutama untuk menjaga bila terjadi hal yang tidak diingikan diperairan tersebut karena akhirnya akan dirasakan pengaruhnya oleh negara di Selat Malaka itu sendiri seperti Malaysia dan Indonesia.

Mengenai hal ini, Malaysia dan Indonesia akan memperjuangkan pada konferensi hukum laut di Santiago, Chili.
Ditegaskan oleh Menlu bahwa Malaysia dan Indonesia tidak lagi mempunyai perbedaan pendapat mengenai Selat tersebut.

Tamu Menlu
Menlu Belanda Januari tahun depan akan menjadi tamu Menlu Malik. Dalam kunjungan ini disebutkan akan menanyakan masalah Tapol, oleh Malik hal itu dianggap sebagai hal yang selalu ditanyakan oleh Belanda karena parlemennya selalu ingin mengetahui tentang hal tersebut.

Proyek Asahan
Bagaimana pentingnya proyek ini tidak hanya bagi Indonesia, akan tetapi juga bagi Jepang sendiri, toh Jepang akan melaksanakan juga pembangunan proyek itu, kata Menlu.
Menlu mengharapkan agar perundingan di Tokyo yang akan dilakukan oleh Ir. Suhud dengan Jepang dapat merupakan yang terakhir dalam merealisir pembangunan proyek Asahan yang bersangkutan dengan pihak Jepang.

Akan tetapi kalau ternyata masih perlu juga dilanjutkan perindingan itu, kita tetap bersedia, kata Menlu yang selanjutnya mengemukakan bahwa soalnya kini hanya tinggal menunggu waktunya saja bagi pelaksanaan pembangunan proyek itu.
Dikatakan dalam persoalan ini, good will dari kita sudah cukup dan kini kita menunggu dari pihak Jepang.

Brevhev
Hasil kunjungan Brezhnev ke India baru-baru ini oleh Menlu diharapkan akan membawa hal yang berguna bagi perdamaian di kawasan Asia. Dikatakan bahwa kunjungan Brezhnev tersebut mempunyai pengaruh besar mengingat India sebagi negara besar dan juga sebagai non-aligna. (SH/Ant)