Tim Pelatnas Bridge Ikut Kompetisi di AS

Tim Pelatnas Bridge Ikut Kompetisi di AS

PROGRAM - Ketua Umum PB Gabsi, Eka Wahyu Kasih (kanan) dalam acara penutupan Turnamen Bridge Road to 18th Asian Games 2018 menyatakan kalau PB Gabsi telah menyiapkan program mengejutkan. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, DEPOK – Menghadapi Asian Games 2018, Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi) membuat program mengejutkan.

Tak tanggung-tanggung, Tim Pelatnas Bridge Asian Games 2018 akan ditangani pelatih kelas dunia, Erick Kokish dan ikut kompetisi bridge di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

“PB Gabsi telah membuat program untuk menghadapi Asian Games 2018, merekrut Erick Kokish dan mengirimkan Tim pelatnas Bridge ke AS selama enam bulan,” kata Ketua Umum PB Gabsi, Eka Wahyu Kasih dalam acara penutupan Turnamen Bridge Road to 18th Asian Games 2018 yang sekaligus sebagai Test event Bridge Asian Games 2018 di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/12).

Keterlibatan Erick sebagai pelatih dan adanya program pengiriman Tim Pelatnas Bridge Indonesia menjalani latihan dan ikut kompetisi di AS dan Eropa selama 6 bulan, kata Eka Wahyu Kasih, dalam upaya memenuhi target 2 medali emas di Asian Games 2018.

“Di kompetisi bridge AS dan Eropa, atlit bridge Indonesia bisa lebih teruji dan banyak memetik pengalaman bertanding dengan atlit bridge kelas dunia. Jadi, mereka bisa tampil lebih baik lagi dalam upaya memenuhi target minimal 2 medali emas di Asian Games 2018 nanti,” kata Eka Wahyu Kasih.

Ketika disinggung rencana keberangkatan Tim Pelatnas Bridge ke AS, Eka menjawab “Proposal pengajuan dana telah diajukan. Tapi, semua tergantung dari persetujuan Kemenpora. Kita sih berharap Januari 2018 atau paling lambat akhir Februari 2018 bisa berangkat ke AS,” ujar Eka.

Nama Erick memang sudah tak asing lagi di kalangan bridge Indonesia. Di era kepemimpinan Wiranto, pelatih asal Kanada ini pernah membawa Tim Bridge Indonesia jadi runner up Olimpiade Bridge di Yunani 1996.

“Cukup tepat menunjuk Erick untuk menangani Tim Pelatnas Bridge Asian Games 2018. Kemampuannya dalam melatih tak perlu diragukan. Tim Bridge Indonesia pernah menjadi runner up Olimpiade Bridge Yunani 1996,” kata pemain senior, Frangky Karwur.

Keterlibatan Erick tak hanya menambah keyakinan Frangky bahwa cabang olahraga bridge bisa menjadi andalan untuk menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Adanya program mengikuti kompetisi bridge di AS dan Eropa selama enam bulan dipastikan akan lebih mematangkan atlit bridge Indonesia.

“Kompetisi di AS dan Eropa itu cukup berat karena akan berhadapan dengan pemain-pemain kelas dunia. Bukan hanya kemampuan saja teruji tapi banyak pengalaman berharga bisa dipetik dari sana. Dan, saya yakin bridge bisa menyumbangkan 2 emas jika program tersebut terpenuhi,” ujarnya.

Soal pesaing, Franky menjawab “China dan Jepang yang menjadi saingan terberat di Asian Games 2018. Kedua negara ini patut diwaspadai,” tutupnya.  (Nonnie Rering)