Tahun Depan, Tiga Event Besar Digelar di Bumi Raflesia

Tahun Depan, Tiga Event Besar Digelar di Bumi Raflesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melauching Calendar of Event Bengkulu 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Kamis (7/12). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah di Indonesia yang saat ini tengah gencar mempromosikan pariwisata.

Bengkulu memang tidak bisa lepas dari sejarah Indonesia. Di daerah inilah Presiden RI pertama, Sukarno diasingkan selama 4 tahun. Belum lagi kisah cinta Sukarno dengan gadis asal Bengkulu, Fatmawati hingga bendera merah putih yang dijahit di daerah ini.

Bumi Raflesia ini juga memiliki bangunan bersejarah seperti benteng peninggalan kerajaan Inggris abad ke-17. Bahkan emas yang ada di puncak Monas berasal dari Bengkulu.

“Rumah tempat Sukarno diasingkan, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Bengkulu yang banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan ada sumur Sukarno. Ada anggapan, belum sah ke Bengkulu kalau belum mencuci muka di Sumur Sukarno,” ujar Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat Launching Calendar of Event Pariwisata Bengkulu 2018, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Kamis (7/12).

Rohidin menambahkan, selain wisata sejarah, Bengkulu juga memiliki destinasi wisata alam seperti Pantai Panjang, Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar dan dijadikan spot diving dan bunga Raflesia.

“Tahun depan, ada 14 event pariwisata yang akan kami gelar untuk membidik wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). Dari 14 event tersebut, ada 3 event unggulan yakni Festival Tabot, Festival Pesisir Pasir Panjang dan Festival Bumi Raflesia,” tutur Rohidin. Tahun 2016, kunjungan wisman ke Bengkulu 848 orang dan 491.993 wisnus.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Festival Tabot telah dipilih masuk dalam 100 top event agenda pariwisata nasional.

Pada kesempatan tersebut, Menpar meminta pemerintah daerah Bengkulu memperhatikan 3A yakni Atraksi, Aksesibiltas dan Amenitas dalam mengembangkan pariwisata Bengkulu. (Stevani Elisabeth)