Pemerintah Siapkan 214 event di 29 Wilayah Perbatasan

Pemerintah Siapkan 214 event di 29 Wilayah Perbatasan

Menteri Pariwisata Arief Yahya melauching Calender of Events Cross Border 2018, di Hotel Alila Jakarta, Jumat (8/12). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pemerintah menyiapkan 214 event yang akan digelar di 29 area perbatasan (cross border) yang tersebar di 8 wilayah Indonesia guna menarik kunjungan 3,57 wisman lintas batas.

“Kehadiran Calender Event Cross Border 2018 akan menjadi stimulus bagi pariwisata di wilayah perbatasan,” ujarnya saat menutup Rapat Koordinasi Cross Border 2017, di Jakarta, Jumat (8/12).

Dia menambahkan, Calender Event Cross Border 2018 juga menjadi stimulus bagi wilayah perbatasan dalam membangun infrastruktur.

“Membangun citra positif daerah lintas batas dari perspektif pariwisata, daerah lintas batas perlu mengembangkan daya tarik pariwisatanya. Mengembangkan Calender of Event adalah salah satu upaya jangka pendek yang efektif dan efisien untuk meningkatkan daya tarik daerah lintas batas dibandingkan dengan membangun destinasi secara fisik,” ungkap Arief Yahya. Oleh sebab, target tahun depan, Indonesia bisa menggaet 3,57 juta wisman lintas batas.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar I Gde Pitana menjelaskan, Rakor Cross Border 2017 sebagai upaya memantapkan program kerja untuk meningkatkan kunjungan wisman lintas batas ke Indonesia dengan melibatkan seluruh stakeholder dan instansi terkait antara lain Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).

Ia mennambahkan, posisi Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, baik lewat darat (Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini) maupun melalui laut (India, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, Republik Palau, Papua Nugini, Vietnam) mempunyai potensi besar dalam menarik kunjungan wisman cross border.

“Banyak negara mengandalkan wisman cross border. Sebagai contoh kunjungan wisman di Belanda 93% adalah wisman cross border dari negara tetangga seperti Jerman, Belgia dan Perancis, Begitu pula wisman Malaysia lebih dari 65% berasal dari Singapura, Indonesia dan Thailand,” ujar Pitana.
Hingga Januari-Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman cross border ke Indonesia mencapai 2,83 juta wisman atau 90,17% dari target sebesar 3,14 juta wisman. (Stevani Elisabeth)