Neny Berhitu Bawa Kenari Raih Dua Penghargaan UKM Pangan 2017

Neny Berhitu Bawa Kenari Raih Dua Penghargaan UKM Pangan 2017

SUMRINGAH - Neny Berhitu dan putra sulungnya Sean Tristan Tehusalawany sumringah usai menerima penghargaan UKM Pangan Award 2017 di Sarinah Thamrin, Sabtu (9/12). (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Usaha gigih berbuah manis. Dan, Neny Berhitu tahu persis kerja kerasnya tak akan sia-sia. Sejak 2009 meniti karir sebagai pengusaha kuliner produk khas ole-ole cemilan asli Maluku, Neny tak main-main. Dan, bukan main hasil yang ia capai kini.

Lewat CV Breaven yang ia dirikan dengan beranggotakan enam orang karyawan, dengan merek dagang ‘Natsepa’, kepuasan batin pun mereka dapatkan ketika awal pekan lalu dikabarkan kalau Produk CV Breaven, ‘Sarut Kenari’, meraih award alias penghargaan pertama sebagai Produk Cemilan dalam UKM Pangan Award 2017.

Tak itu saja, produk cemilan lain produksi CV Breaven, ‘Glowry’ yang merupakan cemilan full Kenari yang di balut gula aren dan sangat renyah di mulut, pun menyabet juara pertama produk unggulan khas daerah pada lomba yang sama.

UKM Pangan Award ini merupakan ajang tahunan, penghargaan atau apresiasi pemerintah kepada UKM Pangan yang telah berkreasi dan menciptakan inovasi produk dengan kreatifitasnya memperkenalkan potensi produk unggulan daerah yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Artinya, award kepada dua produk Neny, Sarut Kenari dan Glowry ini memang sudah melewati tahap seleksi dari para juri yang sangat kompeten dan ketat.

Saat menerima penghargaan di Kawasan Thamrin, Jakarta, pada Sabtu (9/12), Neny datang khusus dari Ambon bersama suami, Devlin Tehusalawany, dan dua putranya, Sean Tristan Tehusalawany dan Josh Jeremy Tehusalawany.

Karena dua award sekaligus yang diterima, Neny pun menerima satu award penghargaan bagi Sarut Kenari, dan satu lagi penghargaan untuk produk Glowry diterima oleh putra sulungnya Sean Tristan langsung dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti.

Bahagianya Neny diantara produk cemilan kenari andalannya. (SHNet/Nonnie Rering)

Wanita berusia 46 tahun ini jelas bangga dengan pencapaian prestasinya meski ini bukan yang pertama. Pada UKM Pangan Award 2016, produk Roasted kenari-nya juga sudah meraih runner up untuk kategori Produk Cemilan.

Gigihnya Neny berjuang meningkatkan kualitas ke-24 produknya yang bermerek dagang ‘Natsepa’ ini membuat ia pun meraih prestasi dengan dua penghargaan terbaik sekaligus tahun ini.

Dalam perbincangan santai dengan SHNet di kawasan Pusat Jakarta, Senin (11/12) malam, perempuan berwajah manis ini menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang ia capai dan itu menjadi pemicu untuk terus berinovasi meningkatkan mutu ke-24 produk cemilan khas ole-ole Maluku ini.

“Bahan dasar kenari yang saya pakai ini bukan sembarang memilih. Tapi, itu karena saya ingin kenari jangan sampai hilang dari Maluku karena kenari ini adalah tanaman buah tropis yang hanya ada di kawasan Timur dan patut dilestarikan. Saya sangat khawatir karena semakin banyak pohon kenari di tebang hanya karena orang ingin memanfaatkan pohonnya menjadi papan. Miris sekali. Padahal buahnya pun sangat bermanfaat dan mengandung Omega3,” kata Sarjana Perikanan ini.

“Harapan saya, produk kami bisa menjangkau dunia sehingga orang bisa lebih mengenal produk kenari yang memang asli dan hanya ada di kawasan Timur Indonesia. Bila orang dengar kenari, orang pun akan ingat Maluku,” tutur Neny yang pada 2013 juga sudah berkesempatan memasarkan produknya di Pasar Malam Indonesia di Den Haag, Belanda.

Ke depan, Neny pun berharap usaha kuliner ole-ole khas Maluku ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia bahkan dunia, agar orang yang memakan produknya akan langsung membayangkan indahnya alam di Maluku. Bravo Neny.  (Nonnie Rering)