NASA Rencanakan Misi Antar-Bintang untuk Menjelajahi Planet yang Berpotensi Dihuni pada Tahun...

NASA Rencanakan Misi Antar-Bintang untuk Menjelajahi Planet yang Berpotensi Dihuni pada Tahun 2069

source: NASA/JPL/Wikimedia Commons

SHNet, Houston – Sejak lama Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menyampaikan keinginan dan rencana mereka untuk mengirimkan manusia ke planet Mars. Keberadaannya yang dekat dengan Bumi di tengah tata surya kita membuat ambisi manusia untuk mendarat di sana menjadi semakin besar setelah keberhasilan mendarat di bulan. Meski memiliki periode rotasi dan siklus yang mirip dengan planet kita tetapi penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa Mars merupakan planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis membuat kondisi planet merah itu tidak cukup ideal untuk dihuni manusia.

Kini NASA dilaporkan berencana untuk mengirim sebuah misi ke ruang antar-bintang bersamaan waktunya dengan peringatan 100 tahun misi awak kapal pertama ke Bulan.

NASA mungkin merencanakan misi antar-bintang 2069 untuk mencari kehidupan di luar tata surya kita. Misi tersebut akan bertepatan dengan peringatan 100 tahun pendaratan bulan pertama. Detail teknologi kendaraannya ramping pada perjalanan yang diusulkan, tidak memiliki nama dan sebagian besar teknologi yang dibutuhkan bahkan belum ditemukan. Tapi sekelompok ilmuwan di Jet Propulsion Lab (JBL) NASA yakin hal itu mungkin dilakukan. Anthony Freeman dari JBL mempresentasikan konsep misi pada konferensi American Geophysical Union tahun 2017 di New Orleans, Louisiana, pada 12 Desember lalu. “Ini sangat samar,” katanya.

Motivasi untuk memulai misi tersebut datang setelah sebuah RUU dana tahun 2016 mengarahkan badan tersebut untuk mempelajari perjalanan antar-bintang yang memiliki kemampuan untuk mencapai setidaknya 10 persen kecepatan cahaya. Misi ambisius ini membutuhkan sebuah pesawat yang bisa melalui minimal 10 persen dari kecepatan cahaya. Dengan tujuan yang direncanakan dari konstelasi Alpha Centauri, 4,4 tahun cahaya jauhnya, sebuah kendaraan yang bergerak mendekati kecepatan cahaya masih membutuhkan waktu 44 tahun untuk menyelesaikan perjalanan keluarnya. Salah satu jenis teknologi yang dikabarkan akan dikejar oleh Space Association adalah penggunaan roket satelit kecil yang didukung oleh laser. Ini, secara teori, akan mampu mencapai kecepatan cahaya. Kemungkinan alternatif lainnya termasuk menggunakan tenaga nuklir atau melalui pendekatan tumbukan antimateri dan materi.

Hanya sedikit yang diketahui tentang jangkauan perjalanan ruang angkasa ini. Satu planet ekstrasurya yang dikonfirmasi oleh para ilmuwan di sistem bintang Alpha Centauri yang disebut Proxima Centauri b telah dikesampingkan sebagai lokasi yang mungkin ideal untuk kehidupan karena matahari kerdil yang mengorbit di sana mengirimkan semburan radiasi yang membuat kondisi kehidupan planet ini tidak mungkin terjadi. Sementara misinya ambisius, hal lain yang perlu dipikirkan juga adalah tentang waktu.

Misi ruang angkasa pertama dan terakhir yang meninggalkan tata surya kita terjadi pada tahun 1977. Pesawat Voyager 1 saat ini berjarak 13 miliar mil dari Bumi. Kendaraan luar angkasa ini bergerak sepanjang sekitar 1 persen dari kecepatan cahaya, jadi patokan untuk perbaikan waktunya masih cukup rendah.

Menariknya, Voyager ternyata juga memiliki misi untuk mencari kehidupan lain di luar planet kita. Di atas pesawat ruang angkasa itu terdapat benda yang sangat tidak biasa. Sebuah cakram tembaga berlapis emas, dibuat dalam rupa rekaman fonograf. Rekaman tersebut berisi pesan ucapan dari Bumi dalam lima puluh lima bahasa serta berbagai suara alami dari Bumi seperti teriakan laut, angin dan burung. Beberapa potongan musik juga tercatat di cakram, mencakup berbagai genre dan asal-usul.

Isi disk diatur oleh sebuah komite NASA yang diketuai oleh Carl Sagan. 115 gambar turut disertakan juga dalam rekaman tersebut. Termasuk garis besar tentang bentuk pria dan wanita serta contoh rumus matematika dan kumpulan gambar manusia dari seluruh dunia. Tidak diketahui apakah NASA akan merencanakan taktik serupa untuk misi baru mereka ini. (HNP)