Menpar: Bali Aman untuk Dikunjungi Wisatawan

Menpar: Bali Aman untuk Dikunjungi Wisatawan

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kiri) tengah memberikan penjelasan dalam jumpa pers akhir tahun 2017, di Jakarta, Kamis (21/12). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, meski Gunung Agung masih berstatus Awas, namun Bali sudah aman untuk dikunjungi wisatawan baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

“Kepariwisataan di Bali dinyatakan aman. Saya nyatakan Bali normal kecuali radius 6-8 Km dari puncak Gunung Agung,” ujarnya dalam jumpa pers akhir tahun 2017, di Jakarta, Kamis (21/12).

Menpar menambahkan, pihaknya akan merecovery Bali agar target kunjungan wisman sebanyak 17 juta pada 2018 tercapai. “Paling tidak tahun depan, kita memperoleh 7 juta wisman yang berkunjung ke Bali,” lanjutnya.

Kemenpar bahkan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 milyar untuk recovery Bali. Selain itu, dia juga telah melakukan pertemuan dengan Konjen China untuk menyatakan bahwa Bali sudah aman dikunjungi wisatawan.

Menurutnya, RRT merupakan salah satu negara yang mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk berlibur ke Bali. Akibatnya, banyak wisman asal Tiongkok yang berlibur ke Thailand.

“Dari hasil paparan vulcanologist tadi, statusnya Gunung Agung tetap Awas, tapi hanya pada radius 10 km paling jauh itu sisanya seluruh Bali normal,”tegas Menko Maritim Luhut B Pandjaitan usai usai rapat koordinasi tentang perkembangan terkini situasi Gunung Agung dengan kementerian dan lembaga terkait di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta pada 15 Desember yang lalu.

Perhitungan arah angin, tambah Menko Luhut, juga menuju ke timur sehingga abu letusan Gunung Agung diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

“Kalaupun ada perubahan minor (kecil) ke arah timur menurut pak Jonan (Menteri ESDM), ada NOTAM yang bisa diberitahukan,” tambahnya. Hasil perhitungan dan pengamatan itu disampaikan Menko Luhut dengan didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian ESDM Rudy Suhendar dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman.

Untuk memastikan keamanan kondisi Gunung Agung apabila terjadi letusan, Menko membeberkan bahwa kementerian ESDM atau badan vulkanologi telah membuat simulasi bahaya berdasarkan potensi aliran awan panas, aliran lahar maupun penyebaran abu vulkanik dengan berbagai skenario.

“ESDM atau vulcanologist (vulkanolog, red:PVMBG) sudah membuat simulasi 20 juta lahar yg ada kalo dia meledak 2,5 juta apa dampaknya, kalau meledak 5 juta lahar apa dampak nya atau sampai 20 juta lahar itu apa dampaknya,” ujarnya.

Simulasi itu, tambahnya, menunjukkan bahwa daerah-daerah pariwisata yang lokasinya berada di luar radius 10 km dari puncak Gunung Agung dalam kondisi normal dan aman. (Stevani Elisabeth)