Masih Diselidiki Kabar Tewasnya Teroris Bahrun Naim

Masih Diselidiki Kabar Tewasnya Teroris Bahrun Naim

SHNet, Jakarta – Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa dirinya akan menanyakan ke Densus 88 tentang kabar tewasnya anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Abu Rayyan alias Abu Aishah.

“Masih diselidiki tentang kabar ini,” kata Setya Wasisto saat di konfirmasi SHNet, Senin (4/12/2017).

Seperti diketahui kabar tewasnya Bahrun Naim itu muncul dari cuplikan layar (screen shot) yang diduga disebar di sebuah grup aplikasi tukar pesanWhatsApp.

Dalam pesan itu, sebuah keterangan (caption) yang disertakan bersama foto Bahrun menyebutkan, pria kelahiran 1983 itu tewas pada Jumat (30/11).“Inalilahi wa inna ilahi raji’un, telah gugur syahid saudara kita mujahid Bahrun Naim di Abu Hamam pada tanggal 30 November.”

Bahrun mulai dikenal luas setelah polisi menyebutnya sebagai dalang aksi teror di jantung ibu kota, bom Thamrin, Januari 2016.

Pria kelahiran 1983 disebut sebagai salah satu sosok yang berbahaya. Bahrun telah bergabung dengan ISIS. Ia dipercaya mengendalikan jaringan teror di Indonesia dengan cara merekrut, melatih dan merencanakan serangan.

Di dunia teror, Bahrun bukan benar-benar baru. Tahun 2010, ia dipenjara dua tahun atas kepemilikan ratusan butir peluru milik salah seorang anggota Jemaah Islamiyah. Kasus itu tak cukup menyita perhatian media hingga nama pria kelahiran Solo itu juga tak banyak muncul.

Nama Bahrun juga beberapa kali disebut sebagai nama akun blog dan media sosial yang kerap mengunggah materi radikal. Namun saat itu namanya belum menjadi pusat perhatian.

Hingga pada Januari 2016 saat sejumlah orang melepaskan tembakan dan membawa bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Thamrin, namanya mulai melambung.

Bahrun dituding polisi sebagai dalang insiden yang menewaskan delapan orang itu. Ia diyakini menjadi penyuplai dana untuk para pelaku.

Bahrun merekrut orang, mengajari cara membuat bom dan mengirimkan duit untuk operasi teror. (MH)