Marjinalisasi Upaya Kesehatan Masyarakat di Era JKN

Marjinalisasi Upaya Kesehatan Masyarakat di Era JKN

Marginalisasi Upaya kesehatan Masyarakat (UKM) di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (Ist)

SHNet, Jakarta- Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Budi Hidayat mengatakan, dalam pelayanan kesehatan, sejatinya upaya kesehatan perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) harus seimbang.

“Namun, di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dirasakan pelayanan kesehatan perorangan lebih mendominasi dibandingkan pelayanan masyarakat, Pemerintah kerap ‘kebakaran jenggot’ bila tidak ada dokter spesialis yang bekerja di daerah tersebut, namun acuh bila tidak terdapat tenaga kesehatan masyarakat seperti sanitarian dan gizi,” ujarnya kepada wartawan dalam Kaleidoskop 2017 “Marginalisasi UKM di Era JKN”, di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, studi CHEPS UI berdasarkan Susenas 2013 dan 2015 menunjukkan adanya penurunan cakupan imunisasi dan ASI eksklusif masing-masing sebesar 14% dan 63% sebelum dan sesudah adanya JKN.

Ia memberikan contoh, difteri yang sudah lama tidak pernah terdengar namanya, tetapi belakangan ini muncul kembali. Bahkan Kementerian Kesehatan telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). “Ini adalah buah dari marginalisasi upaya kesehatan masyarakt,” tutur Budi.

Menurutnya, permasalahan UKM sejatinya sangat kompleks mulai dari penganggaran yang sangat kecil, kurangnya fasilitas, kurangnya SDM masyarakat akibat moratorium dan sibuknya Puskesmas melayani lonjakan pasien JKN yang datang berobat. Padahal, Puskesmas ujung tombak UKM.

Dia menegaskan, hal yang mendesak dilakukan adalah penguatan Puskesmas untuk kembali pada tupoksi membina kesehatan wilayah. Selain itu, upaya kesehatan komprehensifbaik UKP maupun UKM sangat penting dilakukan.

Pemenuhan kebutuhan SDM kesmas, peningkatan anggaran, perbaikan pemanfaatan dana kapitasi, menghidupkan UKBM serta pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal harus terus diupayakan.

“Sudah saatnya UKM bangun dari tidur panjang, diperkuat, didukung semua pihak dan berjalan beriringan dengan UKP demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat,” ujar Budi. (Stevani Elisabeth)