Lydia Kandou Paparkan Kesaksian Hidupnya di Natal ‘Oma Leparissa’

Lydia Kandou Paparkan Kesaksian Hidupnya di Natal ‘Oma Leparissa’

KESAKSIAN - Lydia Kandou begitu berapi-api memaparkan kesaksian hidupnya di sela-sela perayaan Natal Oma Leparissa, Jumat (16/12) malam. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Artis senior Lydia Kandou tampak cantik saat menghadiri perayaan natal negeri ‘Oma Leparissa Leamahu’ di Titawai Room, Gedung GBI Mawar Sharon, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (16/12) malam.

Dengan setelan bersih putih-putih, Lydia naik ke panggung acara setelah didaulat MC acara, Ince Diana Wattimena, untuk memberikan kesaksian hidupnya, bagaimana ia benar-benar merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya dalam penyerahannya yang sungguh.

Ibu empat orang anak dan nenek dari empat orang cucu ini pun menceritakan kisah hidupnya sejak kecil hingga remaja dan dewasa mulai terlibat dalam berbagai kesibukan syuting hingga ia menomorduakan Tuhan karena terlalu mencintai pekerjaannya sebagai seorang bintang film.

Perempuan cantik yang pernah menjadi istri penyanyi senior Jamal Mirdad ini pun menceritakan secara gamblang soal perjalanan perkawinannya dengan Jamal, bagaimana ia mereguk kebahagiaan bersama Jamal yang masih dirasakan sampai saat ini meski sudah bercerai sejak 2013 silam karena sejumlah alasan yang sangat prinsip.

Perayaan Natal Kristus Oma Leparissa, di Titawai Room, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Dok/SHNet)

“Terima kasih kepada panitia natal negeri Oma Leparissa yang mengundang saya memberikan kesaksian betapa besarnya cinta kasih Tuhan dalam hidup saya. Saya juga senang sekali melihat semangat persatuan warga Oma Leparissa di perayaan natal ini. Semoga kita semua tetap bisa hidup damai dengan semua orang,” tutur Lydia yang sehari-harinya lebih banyak sibuk dengan pelayanan.

Dalam perbincangan dengan SHNet, ia mengaku sesekali masih bisa tampil di layar kaca, tapi itu sudah mulai berkurang. “Anak-anak saya sudah besar, sudah punya empat cucu, saya lebih menikmati kebersamaan dengan anak-anak dan cucu-cucu saya yang lucu-lucu,” jelas wanita bekulit putih mulus kelahiran Jakarta, 23 Februari 1963 ini yang menutup kesaksiannya dengan mengucapkan selamat natal kepada seluruh warga Oma Leparissa Buano Ullath dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Selain Lydia, Anna Tairas juga ikut memberikan kesaksian hidup dan kesaksian pujian dibawakan sejumlah artis senior Maluku seperti Yopie Latul, Gerson Rehatta, dan Hanny Pattikawa.   (Nonnie Rering)