Kesadaran Pejuang Kepribadian ABRI

Presiden Lantik 911 Remaja

Kesadaran Pejuang Kepribadian ABRI

Magelang, 16 Desember 1974 – Presiden Soeharto dalam suatu upacara kebesaran di Magelang melantik 911 perwira remaja Akabri mengingatkan kembali kesadaran sebagai pejuang merupakan inti kepribadian ABRI.

Selaku inspektur upacara pada prasetya perwira lulusan Akabri 1974 Snenin pagi itu Kepala Negara mengatakan ABRI tidak memandang dirinya semata-mata sebagai alat negara, melainkan sebagai kekuatan yang ikut melahirkan kemerdekaan dan bertanggung jawab memelihara cita-cita kemerdekaan.

Dalam rangka pemeliharaan kepribadian bangsa dan semangat perjuangan sangatlah penting menanamkan kesadaran pada setiap prajurit pejuang, kata Presiden.

Ia mengatakan sejarah masa lampau telah memberikan peranan ABRI yang demikian. Di masa datang ABRI harus mampu melaksanakan peranannya yang demikian pula.
Kepala Negara menekankan : “Peranan itu tidak ditentukan ABRI, melainkan akan lebih ditentukan oleh apa yang dikerjakan ABRI”

AB modern
Dalam awal amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa para perwira remaja yang baru dilantik itu akan menumbuhkan dan memperkuat Angkatan Bersenjata dalam bangsa yang membangun. Namun diingatkan oleh Presiden bahwa disamping membangun dirinya maka I, sebagai bagian dri kekuatan bangsa dalam pembangunan masyarakat yang kita cita-citakan harus juga memberi sumbangan kepada pembangunan itu.

Dalam membangun dirinya, ABRI harus dapat tumbuh menjadi Angkatan Bersenjata yang modern kata Presiden.
Salah satu segi daripada pembangunan Angkatan Bersenjata modern adalah kemampuannya untuk dapat mengikuti dan menggunakan teknologi modern.

Ini berarti bahwa para perwira ABRI harus telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dasar yang kuat yang telah diterima selama dalam pendidikan Akabri. Sekalipun demikian diingatkan oleh Presiden bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hal yang mandeg, ia akan terus berkembang dan harus dikembangkan, kata Presiden.

Repelita II
Semakin mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi semakin penting bagi ABRI justru karena dalam Repelita II sekarang ini pembangunan ABRI telah makin mendapat perhatian yang bertambah besar, sejalan dengan kemampuan pembiayaan yang dihasilkan oleh bertambah besarnya hasil pembangunan.

Presiden menyerukan pada perwira lulusan Akabri terus memelihara dan berusaha mengembangkan ilmu pengetahuannya selepas pendidikannya di Akabri.

Presiden juga mengatakan bahwa pembangunan ABRI harus tetap bertolak dari kerangka besar pembangunan nasional kita. Karena pembangunan nasional itu harus menghasilkan masyarakat Indonesia maju. Dalam pembangunan ABRI pun harus berpangkal pada doktrin nasional yang lahir dan tumbuh dari pengalaman perjuangan ABRI sejak tahun 1945, demikian Presiden.

Perincian
Jumlah perwira ABRI yang dilantik pada Praspa ’74 ini 911 orang, terdiri dari Darat 434, Laut 82, Udara 101 dan Kepolisian 294 orang.

Tanda penghargaan Adhi Makayasa diserahkan kepada
1.Letda Inf Agustadi S Purnomo, asal Kediri dari Akabri bagian darat.
2.Letda Adm Muhammad Sunarto, asal Kuningan dari Akabri bagian Laut.
3.Letda Lek Istowo, asal Kediri dari Akabri bagian Udara.
4.Letda Pol. Sri Sugiarto, asal Surabaya dari Akabri bagian Kepolisian.

Pada Praspa tahun depan 1975 diperkirakan Akabri akan menghasilkan 570 orang terdiri dari darat 300, laut 60, udara 60 dan Kepolisian 150.

Upacara Praspa ini merupakan upacara pengangkatan dan pengambilan sumpah para taruna tingkat akhir yang telah memenuhi persyaratan menjadi perwira ABRI, demikian wartawan “SH” memberitakan dari Magelang Senin siang. (Sinar Harapan)