Kemenpar Dorong Pemda Kembangkan Destinasi Digital di Wilayah Perbatasan

Kemenpar Dorong Pemda Kembangkan Destinasi Digital di Wilayah Perbatasan

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan tentang destinasi digitalyang dapat dikembang di daerah perbatasan, di Jakarta, Jumat (8/12). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi digital di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara lain seperti Kepri, Kalimantan Barat, NTT, dan Papua.

“Di daerah-daerah perbatasan, kita dapat kembangkan destinasi digital dengan melibatkan generasi Pesona Indonesia atau generasi jaman now,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melauching Calender Event Cross Border 2018, di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurutnya, generasi Pesona Indonesia selalu berhasil setiap membuat event, termasuk mengelola destinasi wisata. Mengapa? Mereka sangat akrab dengan sosial media seperti instagram.

“Kaum milenial ini termasuk aneh. Makan di suatu tempat, foto kulinernya. Mau pergi kemana pun selfie. Bahkan saya suka bergurau, kamu itu setengah manusia, setengah dunia maya,” kata Arief Yahya.

Menpar menambahkan, generasi Pesona Indonesia punya keinginan untuk diakui, sehingga muncul ekonomi pengakuan. Kalau kita datang ke destinasi wisata yang mereka kelola, pasti ada tempat-tempat untuk selfie.

“Destinasi digital yang bisa memenuhi ini. Tidak perlu indah dilihat, tapi indah difoto.” Tuturnya.

Untuk anggaran, Kemenpar memang mengalokasikan anggaran untuk border tourism sebesar Rp 200 milyar. Menurutnya, anggaran tersebut memang kecil untuk ukuran Indonesia, sehingga harus digunakan secara efektif.

Ia berjanji akan menambahkan anggaran untuk border tourism sebesar Rp 100 milyar, bila sukses mengembangkan destinasi digital di daerah masing-masing. (Stevani Elisabeth)