Hampir 100% Korban Trafficking Tidak Punya Akte Kelahiran

Hampir 100% Korban Trafficking Tidak Punya Akte Kelahiran

SHNet,  Jakarta – Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N Rosalin mengatakan, anak-anak yang tidak memiliki akte kelahiran, rentan menjadi korban perdagangan orang (trafficking).

“Hampir 100% korban trafficking tidak punya akte kelahiran., ” ujarnya kepada wartawan pada Refleksi 2017 dan Outlook 2018 Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA, di Jakarta, Kamis (28/12).

Menurutnya, saat ini ada 7 Provinsi dan 17 Kabupaten /Kota di Indonesia dengan cukup akte kelahiran terendah.

Masalah akte kelahiran ini masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dari Kementerian PPPA. “Kita wajib tuntaskan anak-anak Indonesia 100% punya akte kelahiran,” kata Lenny.

Sementara itu, Aktivis Lembaga Masyarakat Maria Ulfah Ansor mengatakan, di beberapa daerah pembuatan akte kelahiran dikenakan biaya.

Menurutnya, masyarakat masih ada yang belum tahu jika pembuatan akte kelahiran itu tidak dipungut biaya alias gratis.

“Ketidaktahuan masyarakat ini tak jarang dimanfaatkan oleh aparat, sehingga pembuatan akte kelahiran dikenakan biaya biaya mulai Rp 10.000 hingga ratusan ribu Rupiah, “ujarnya.

Untuk itu perlu ada sosialisasi yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya akte kelahiran untuk anak-anak mereka. Akte kelahiran merupakan hak anak.

Pembuatan akte kelahiran tidak dipungut biaya. Dengan memiliki akte kelahiran, anak-anak dapat mengakses pendidikan, layanan kesehatan dan tidak menjadi korban trafficking. (Stevani Elisabeth /foto :SHNet /Stevani Elisabeth)