Google: Aplikasi Android Masa Depan Harus 64-bit dan Mendukung ‘Update’ API

Google: Aplikasi Android Masa Depan Harus 64-bit dan Mendukung ‘Update’ API

Ilustrasi / mobilesyrup.com file

SHNet, Mountain View – Pada setiap versi Android, Google pasti menambahkan fitur baru dan mengoptimalkan sisi keamanannya. Hal itu tentu membuat sistem perangkat mobile tersebut aman dan tidak akan menjadi masalah bagi para penggunanya hingga para pengembang bisa menambahkan dukungan yang tepat. Google memberi sinyal kepada pengembangnya untuk memastikan rilis aplikasi yang akan datang seaman dan seefisien mungkin. Mulai tahun depan, pengembang perlu mendukung fitur Android yang lebih baru, dan pada tahun 2019 dukungan basis 64-bit akan menjadi wajib.

Perubahan besar pertama bagi pengembang akan hadir pada musim gugur tahun 2018 mendatang, yang bertujuan untuk memastikan pengembang memanfaatkan API yang diperbarui.

Di sistem Android, pengembang menargetkan aplikasi mereka dengan level API. Misalnya, Oreo adalah level API 26, kemudian Apps mengumumkan tingkat API untuk memberi tahu perangkat yang dilengkapi fitur API yang mereka dukung. Jadi, aplikasi yang ditargetkan pada API 23 (Marshmallow) atau yang lebih tinggi akan memiliki kontrol izin terperinci di sistem. Aplikasi yang menargetkan Android Nougat akan memberi tahu ponsel atau tablet mereka bahwa mereka tidak mempercayai sertifikat yang ditambahkan pengguna untuk koneksi aman. Itu hanyalah dua dari banyak contoh yang ada.

Selanjutnya Google berencana untuk mewajibkan aplikasi baru tersebut mencapai target Oreo (level API 26) pada bulan Agustus 2018. Mulai bulan November tahun 2018, persyaratan yang sama berlaku untuk memperbarui aplikasi yang ada. Aplikasi lama yang tidak diperbarui lagi masih dapat menargetkan versi lama OS, namun sebagian besar aplikasi ini akhirnya dihapus seiring berjalannya waktu karena perusahaan tersebut akan menjalankan kebijakan Play Store yang baru.

Sedikit demi sedikit, Play Store akan bergeser untuk mendukung API yang lebih baru. Dari tahun 2019 dan seterusnya, level target API akan meningkat seiring dengan rilis Android terbaru. Pengembang dipercaya perlu menargetkan versi OS paling lama satu tahun. Sehingga user tetap dapat memasang aplikasi ini pada perangkat yang lebih lawas (yang jumlahnya banyak), namun mereka akan mendukung semua fitur API yang lebih baru.

Perubahan besar lainnya terjadi pada tahun 2019. Saat itulah Google akan meminta agar aplikasi dan pembaruan baru dari aplikasi yang ada mencakup dukungan 64-bit. Sebagian besar perangkat Android berjalan pada chip berbasis ARM. Arsitektur set instruksi ARMv8 meluncurkan dukungan perangkat keras 64-bit pada tahun 2014, dan sekarang hampir setiap perangkat Android baru dapat menjalankan kode 64-bit (namun hanya 40 persen perangkat yang aktif). Android sendiri menambahkan dukungan 64-bit dengan 5,0 Lollipop pada tahun 2014. Apps masih bisa menyertakan dukungan 32-bit setelah batas waktu 2019, namun libraries 64-bit native harus disertakan juga. Hal ini dapat menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik.

Selain itu Google juga berencana untuk mulai menambahkan “metadata keamanan” ke aplikasi di Play Store. Pengembang tidak perlu membuat perubahan apa pun, namun metadata tersebut akan membantu memverifikasi keaslian aplikasi. Fitur ini akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan. (HNP)