Gigihnya Neny Berhitu Berinovasi Mengangkat Produk Kenari

Gigihnya Neny Berhitu Berinovasi Mengangkat Produk Kenari

MEMILIH - Neny Berhitu memilih nama 'Natsepa' menjadi merk dagangnya agar orang bisa cepat berpikir tentang Ambon, tentang Maluku, karena yang ditawarkan kepada Indonesia dan dunia adalah keunikan dari tanaman tropis kenari yang hanya ada di Maluku. (Dok.pribadi)

SHNet, JAKARTA – Maluku atau sejumlah wilayah di bagian Timur Indonesia, punya potensi alam dan laut yang sangat indah. Dari keindahan itulah ada banyak sekali hasil tanaman tropis yang tak kalah hebatnya. Hal ini disadari betul oleh Neny Berhitu.

Sarjana Perikanan yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahan swasta di Raja Ampat, Papua ini pun mulai mengemas produk ole-ole khas Maluku sejak 2009 setelah ia resmi mengundurkan diri dari Perusahan swasta di Raja Ampat itu.

Neny yang kelahiran Ihamahu, Maluku, 46 tahun silam ini pun memulai usahanya dengan membuka CV Breaven dan mulai memasarkan produk-produk dengan merek dagang ‘Natsepa’ di lapak di samping kantor Dinas Pekerjaan Umum Prov Maluku.

Dengan visi ingin membuat produk ole-ole khas Maluku yang lebih beragam dengan kemasan yang jauh lebih baik. “Saya mulai dengan membuat satu kemasan untuk empat produk yang hanya bisa di produksi saat itu, hingga sekarang saya sudah punya 24 produk masing-masing dengan kemasannya sendiri-sendiri,” cerita Neny kepada SHNet, Rabu (6/12).

Ibu dua putra ini sudah melihat peluang pasar yang terbuka. Tapi produk yang sudah ada masih sulit di terima banyak orang. Tak tinggal diam, Neny pun lebih gigih lagi berusaha. Setahun belakangan ini, dengan enam orang karyawannya, ia pun mulai berinovasi menciptakan produk-produk yang terdiri dari 100 % kenari.

Sarut Kenari salah satu produk unggulan dari ‘Natsepa’ (Dok/SHNet)

Di antaranya, Roasted Kenari, Algari, Naripang Madu, Naripang Chilli, dan Glowry dan Lainari. “Nama-nama itu saya ciptakan sendiri dan memang saya pilih nama yang unik karena jadi yang pertama sehingga harus unik,” jelas Neny.

Kenari yang di kenal sebagai Canarium Nut hanya ada di Indonesia bagian Timur. Tapi kenari di Ambon, Maluku, ukurannya sangat besar, dan berbuah hanya sekali setahun. Kenari kaya akan Omega3. Sering di salahpersepsikan dengan Almond yang asalnya dari luar Indonesia. Sekarang ini populasi kenari semakin berkurang karena pohonnya di tebang di jadikan papan, sehingga harga kenari tidak pernah murah.

“Saya tak mau berkurangnya populasi kenari ini membuat kenari semakin memudar dan orang semakin melupakan kenari. Karena itu, saya ciptakan produk-produk ini yang tetap bisa dipasarkan sehingga kenari itu akan terus abadi dan jadi makanan cemilan membuat dunia akan terus ingat dengan kenari yang memang hanya ada di Indonesia bagian Timur,” jelas Neny.

Produk-produk unggulan dari CV Breaven yang dikemas dengan nama merek dagang Natsepa ini punya sejumlah produk unggulan seperti Sarut Kenari, Roasted Kenari, atau Glowry.

Semua produk dari CV Breaven ini bisa dibeli di outlet-outlet ole-ole di Jalan Nona Saar Sopacua OSM Ambon, dan juga bisa ditemui di toko ole-ole di kota Ambon, atau di Retail Modern seperti Hypermart di Ambon, Makassar, Surabaya, maupun di Jakarta.    (Nonnie Rering)