Gereja Katolik Tidak Terlibat Rencana Anies Baswedan Natal di Monas

Gereja Katolik Tidak Terlibat Rencana Anies Baswedan Natal di Monas

Ist

SHNet, JAKARTA – Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo Pr, menegaskan, kelembagaan Gereja Katolik sama sekali tidak terlibat dan atau tidak pernah dilibatkan sehubungan dengan rencana Perayaan Natal 2017 di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Demikian siaran pers Mgr Suharyo Pr, Kamis (21/12) sehubungan munculnya kontroversi berbagai pihak, termasuk dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), sehingga Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Anies Baswedan, memutuskan rencana perayaan natal dipindahkan ke Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Juru bicara Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Jeirry Sumampouw, sebelumnya mengatakan PGI khawatir kemurnian Natal akan ternoda bila digelar di Monas, seperti apa yang diinginkan Gubernur Anies Baswedan.

Setelah mengeluarkan peraturan gubernur tentang pemanfaatan Monas pada November 2017, Anies ingin semua agama dapat menggunakan lapangan Monas untuk menyelenggarakan kegiatan. Menurut Jeirry, PGI memang sejak awal mengusulkan perayaan Natal 2017 dilakukan di dalam ruang tertutup atau indoor.

Mgr. Suharyo mempertanyakan perayaan Natal tingkat provinsi yang baru mau dilakukan tahun 2017. Karena belum pernah dilakukan, akhirnya perayaan Natal tingkat provinsi tahun 2017 menjadi kontroversi. Apalagi, awalnya mau diadakan di Monas.

“Memang tidak ada perayaan tingkat provinsi. Biasanya Perayaan Natal di gereja masing-masing. Perayaan Natal biasanya di tingkat paroki masing-masing kalau tingkat provinsi,” ujar Suharyo.

Menurutnya, perayaan Natal di dalam atau di luar ruangan tergantung kebijakan pengurus gereja masing-masing. “Kalau Katolik tidak pernah di outdoor. Kecuali di lapangan yang ada di Vatikan,” ungkap Suharyo.

Suharyo menuturkan, jika perayaan Natal yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah disetujui di JIExpo dan bukan lagi di Monas, berarti sudah keputusan perwakilan masing-masing Gereja.

“Kalau Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI tergantung Keuskupan Agung Jakarta. Tidak menjadi kewajiban untuk ikut. Kalau mau diadakan silahkan datang, kalau tidak tidak apa,” tegas Uskup Agung Jakarta, Suharyo. (Aju)