Film Bergenre Suspense Bambang Drias Targetkan Tembus Pasar Internasional

Film Bergenre Suspense Bambang Drias Targetkan Tembus Pasar Internasional

MERAMAIKAN - Sejumlah artis belia yang akan meramaikan film karya sutradara Bambang Drias bergenre Suspense. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Bambang Drias kembali menyutradarai film bergenre Suspense yang tak kalah menarik dari film-film yang dibuat sebelumnya. Film ke empat yang di produksi oleh Applecross Production ini akan diikut sertakan dalam Lomba Festival Internasional.

Karya Bambang Drias ini ditargetkan sebagai film andalan yang akan mendapatkan apresiasi Film Suspense terbaik di pelbagai Festival Film Internasional. Tak hanya itu, film ini juga akan ditayangkan di Asia, Eropa, dan Amerika.

 Kisah film yang di sutradarai oleh Bambang Drias berawal dari persahabatan empat remaja yaitu Wennie, Nina, Wulan, dan Cherry. Suatu hari ke empat sahabat pergi ke vila untuk berpesta dan berlibur.

Saat pesta berlangsung Wennie mengalami kejadian yang tak diinginkan, Al Ghazali melakukan tindak kekerasan kepada Wennie yang  disaksikan oleh Nina, Wulan, dan Cherry. Hal ini membuat Wennie  tidak dapat melupakan tragedi tersebut.

Beberapa tahun kemudian Wennie, Nina, Wulan, dan Cherry kembali bertemu dan merencanakan libur ke vila yang sama untuk berpesta. Namun keadaan tidak seperti dahulu, saat mereka hadir kondisi vila dalam keadaan angker yang dihuni oleh makhluk halus.

Hal tersebut membuat ke empat sahabat ini mendapatkan gangguan dan teror dari makhluk halus penghuni vila angker. Untuk kedua kalinya mereka semua mendapatkan tragedi yang sangat tidak terduga.

Kedatangan Wennie di vila pada awalnya bertujuan untuk melupakan kejadian beberapa tahun lalu yang menimpa dirinya, namun kehadiranya membuat trauma yang dialaminya menjadi semakin nyata, hadirnya teror oleh arwah penasaran penghuni vila menambah kepanikan Wennie dan ketiga sahabatnya.

Wulan yang memiliki keahlian supranatural berkomunikasi dengan makhluk halus penunggu vila yang seringkali meneror. Namun, Wulan tidak mampu menenangkan dan mengusir gangguan tersebut. Seiring berjalannya waktu, Wulan dapat mengungkap penyebab hadirnya makhluk halus di vila petaka itu.

 Pembantaian tragis pernah terjadi pada keluarga Hans dan Roweina sebagai pemilik vila yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal. Sampai pada kehadiran ke empat sahabat itu, teror terus mengikuti dan menjadi sebuah kutukan di setiap harinya. Suasana liburan pun berubah menjadi malapetaka yang tak dapat dihindarkan.
Ketegangan film ini menjadi semakin nyata, berkat teknik pengambilan gambar profesional, balutan efek grafis moderen dan pemilihan sound yang membuat bulu kuduk berdiri.
Kepanikan terus menghiasi hari demi hari mereka, dan satu persatu dari ke empat sahabat menghilang secara misterius, hal ini menimbulkan sebuah teka-teki yang sulit untuk dipecahkan.
Jeritan yang terdengar dari tiap sudut vila dan raungan hutan belantara mengiringi kematian mereka. Eksekutif Produser, Lukas Aspari dan Gwei Tze Co menerangkan kalau film yang sedang mereka garap ini ada gabungan seni dan komersil. Artinya, diharapkan tidak hanya komersilnya aja melainkan ada bagian seni yang menjanjikan.

“Karena gabungan seni dan komersil itu, saya mengharapkan tidak hanya komersial saja dalam film yang diberikan, tapi ada nilai seninya yang menjanjikan,” kata Lukas kepada media, Senin (11/12).   (Nonnie Rering)