“Black Box” Harus Tahan Goncangan Dan Anti Api

Menteri Perhubungan Emil Salim

“Black Box” Harus Tahan Goncangan Dan Anti Api

Jakarta, 14 Desember 1974 – Menteri Perhubungan Emil Salim mengatakan belum menerima sekitar diketemukannya “black box” dari pesawat Martin Air yang telah kosong di Srilanka seperti diberitakan secara luas Sabtu ini.

Selesai menemui Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Sabtu siang bersama Menteri Agama, Emil Salim katakan berita ini sedang dicek dan belum menerima konfirmasi apakah benar. Secara teoritis ia katakan, sebuah “black box” harus tahan goncangan dan tahan api.

Ditanya apakah ada kemungkinan orang awam telah merusak atau mengosongkan “black box tersebut dengan alasan souvenir, ia jawab, masih perlu penyelidikan lebih lanjut.
Menjawab pertanyaan lain, ia benarkan bahwa “black box” dari pesawat Panam yang jatuh di Bali beberapa waktu yang lalu telah diketemukan. Hasilnya masih diolah bersama dengan tim Amerika Serikat. Ia tidak menyebut hasil ini akan diumumkan atau perlu diumumkan.

Sementara itu, Dirjen Urusan Haji H.A. Burhani Tjokrohandoko dalam jumpa pers di gedung Departemen Agama, Sabtu siang mengatakan bahwa tugas yang dibebankan kepadanya untuk menyiapkan, mengumpulkan dan menguburkan korban kecelakaan pesawat Martin Air telah dianggap selesai.
Namun diakui oleh Burhani bahwa tugas itu telah dijalankan dengan kemampuan maksimum.

Dikatakan oleh Dirjen Burhani penguburan telah dilakukan 24 tempat di perkebunan teh dn 158 tempat di puncak bukit “tujuh perawan”.

Dirjen Burhani seterusnya mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan masyarakat Srilangka adalah menunjukkan rasa simpati yang sangat dalam terutama kaum muslimin. Dikatakannya bahwa pemerintah Srilangka juga telah menyetujui untuk memelihara pemakaman para korban dan akan menjadikan pemakaman yang permanen yang akan diberi nama “syuhada jemaah haji Indonesia”.

Asuransi
Menyinggung masalah asuransi Dirjen Burhani mengatakan bahwa ada 2 macam jenis asuransi terhadap korban. Yang pertama asuransi kematian biasa dari Jiwasraya dan yang kedua asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja, yang untuk kedua ini disebutkan jumlahnya Rp. 100.000.

Kepada Gubernur setempat telah dimintakan bantuan untuk nama ahli waris yang berhak menerima segala sesuatunya dari korban, termasuk sisa uang yang harus dikembalikan seperti ongkos pesawat kembali dan lain-lainnya.

Demikian Dirjen Burhani jumpa pers yang berlangsung dengan prihatin didampingi oleh Menteri Agama, Menteri Perhubungan, Dubes Indonesia untuk Srilangka.

Kotak perekam penerbangan (black box) pesawat DC-8 Belanda yang jatuh di Colombo Rabu yang lalu telah diketemukan oleh regu pencari AD dan polisi dalam keadaan kosong, demikian dikatakan polisi hari Jum’at. Ditambahkan bahwa pencarian pita rekaman baja vital dan catatan lain di dalam “kotak hitam” masih terus dilanjutkan.

Namun beberapa diantara pejabat regu penyelidikan Belanda yang berada di tempat itu dikutip oleh pers lokal sebagai tidak terlalu optimis bahwa isinya dapat bertahan terhadap kekuatan benturan pesawat yang jatuh, yang merenggut nyawa 191 orang di dalamnya.

“AFP” mengabarkan dari ibukota Srilangka. “black box” tersebut ditemukan dalam keadaan hancur oleh tim pencari dari angkatan darat Srilangka di bawah perut pesawat yang terjepit antara dua bukit yang terjal.

Laporan itu mengatakan “kotak hitam” tersebut ditemukan tim pencari AD Srilangka yang menjelajahi daerah tempat kecelakaan pesawat DC-8 Martin Air itu terjadi selama seminggu. (SH)