Bantuan Keuangan Parpol di Indonesia Kalah Jauh Dari Usbekistan

Bantuan Keuangan Parpol di Indonesia Kalah Jauh Dari Usbekistan

Ilustrasi/Ist

SHNet, Jakarta – Pemerintah berencana menaikkan bantuan keuangan untuk partai politik (parpol). Hal itu untuk membuat lembaga partai politik bisa lebih mandiri. Saat ini, jika dibandingkan dengan negara-negara demokrasi lainnya, besaran bantuan keuangan untuk parpol di Indonesia masih sangat rendah.

Bahkan, bantuan untuk parpol di Indonesia jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara bekas pecahan Uni Soviet, Usbekistan. Kasubdit Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik Syamsuddin dalam acara Forum Grup Diskusi di Jakarta, Rabu (29/11) mengatakan, Usbekistan memberikan bantuan kepada partai politik 100%.

Sementara itu, Inggris, Prancis, Denmark, Jepang, dan Swedia memberikan bantuan pada parpol sekitar 30%-70% dari jumlah kebutuhan anggaran partai politik. Adapun Indonesia, bantuan untuk seluruh partai politiknya hanya sebesar Rp13,167 miliar setiap tahunnya. Pemerintah hanya memberikan bantuan sebesar Rp 108,- per suara sah.

Menurutnya, rencana kenaikkan itu merupakan upaya pemerintah dalam rangka membangun kemandirian partai politik dalam melaksanakan fungsi-fungsinya. Sejauh ini, terdapat indikasi yang cukup jelas, yakni kinerja partai politik di Indonesia masih sangat jauh dari harapan.

Sebagaimana hasil temuan berbagai studi baik kualitatif dan kuantitatif menunjukkan partai politik berada pada posisi paling buruk. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menemukan bahwa partai politik merupakan salah satu lembaga demokrasi terlemah di Indonesia, bersama-sama dengan DPRD dan Birokrasi Pemda. (TH)