Yuk Belajar Kelola Pariwisata dari Banyuwangi

Yuk Belajar Kelola Pariwisata dari Banyuwangi

Pendopo Kabupaten Banyuwangi dijadikan salah satu destinasi wisata. (wolestraveller - WordPress.com)

SHNet, Jakarta- Pemda Banyuwangi telah menetapkan pariwisata sebagai sektor yang diunggulkan untuk mendulang pendapatan daerah.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Y Bramudya di Indonesia Tourism Outlook (ITO) yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar), di Jakarta, Rabu (1/11).

Mengapa pariwisata yang dipilih? Menurut Bramudya, pariwisata mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. “Tiap orang butuh rekreasi. Orang bahkan sudah merencanakan tempat-tempat wisata yang akan dikunjunginya 6 bulan sebelumnya. PDRB paling besar dari pariwisata,” ujarnya.

Namun hal tersebut perlu diimbangi dengan komitmen dari CEO dalam hal ini bupati untuk mengembangkan pariwisata. “Pentingnya, komitmen CEO untuk mengembangkan pariwisata. Di Banyuwangi, pariwisata jadi payung utama,” tuturnya.

Saat ini semua SKPD dan stakeholder bekerjasama untuk membangun pariwisata di Banyuwangi. Ada 72 event dikerjakan oleh semua SKPD, tanpa memakai jasa EO. “Bekerja tanpa ego sektoral ada di Banyuwangi,” ujarnya.

Tidak heran, Kabupaten yang satu ini meraih 180 penghargaan dari berbagai instansi.. Khusus pariwisata, Banyuwangi juga meraih penghargaan dunia.

Bahkan banyak daerah melakukan studi banding ke Banyuwangi. Pada 2015, ada 40.000 orang melakukan studi banding ke kabupaten ini. Tahun 2016 meningkat menjadi 50.000 orang yang melakukan studi banding.

Bahkan beberapa tempat telah disulap menjadi destinasi wisata. Pendopo yang ada di Banyuwangi telah disulap menjadi destinasi wisata dan telah mendapatkan penghargaan 10 arsitektur terbaik dari Belanda.

Stadion Banyuwangi, didesain dengan nuansa etnik dan alun-alun juga dilengkapi dengan wifi. Belum lagi Rumah Apung yang dijadikan tempat menanam terumbu karang. (Stevani Elisabeth)