Terharu, Mensos Serahkan Santunan Kematian Korban Longsor OKU Selatan

Terharu, Mensos Serahkan Santunan Kematian Korban Longsor OKU Selatan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan kepada korban longsor di OKU Selatan, (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Palembang – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan kematian secara langsung ke pada ahli waris korban meninggal akibat tanah longsor di Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan, kemarin.

“Saya hadir mewakili pemerintah untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban longsor di wilayah ini,” kata Mensos didampingi Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo dan Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial Margo Wiyono.

Suasana haru kental terasa saat Mensos menyerahkan santunan. Para ahli waris tampak tak kuasa menahan air mata. Khofifah kemudian mencoba menenangkan dan memberi penguatan. Ia lantas menyalami dan merangkul keluarga korban satu per satu.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan dari Allah. Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang meninggal. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan segala kekhilafannya diampuni Allah,” ujar Mensos yang kemudian memimpin doa bersama.

Total santunan yang diberikan adalah Rp 105.000.000. Dengan rincian enam korban meninggal masing-masing mendapat Rp15 juta, 2 orang luka berat masing-masing Rp5 juta, dan untuk korban luka ringan masing-masing mendapat Rp2.500.000.

Hujan lebat mengguyur ketika proses penyerahan santunan selesai. Di tengah kondisi jalan desa yang penuh lumpur, Mensos menembus hujan menggunakan mantel menuju ke puskesmas setempat. Tujuannya untuk menjenguk korban luka berat dan luka ringan, keduanya adalah kakak beradik dari keluarga yang meninggal.

Sementara itu suasana Kecamatan Are terlihat ramai karena warga tumpah ruah ke jalanan. Ratusan anak-anak berseragam sekolah SD hingga SMA dan masyarakat tampak berdesakan melambaikan tangan dan bersalaman dengan Mensos. Warga berbaur memadati sisi kanan dan kiri jalan.

Hal yang sama juga terjadi di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Di beberapa titik Khofifah tiba-tiba turun dari mobil menghampiri anak-anak sekolah dan masyarakat yang memadati pinggir jalan sambil berteriak memanggil namanya.

Saat Mensos keluar dari mobil, mereka berebut berfoto dan mencium tangan. Demikian pula ibu-ibu dan bapak-bapak, semuanya tampak bersemangat mendekat ingin bersapa dengan Mensos.

“Saya hanya mau bersalam dengan beliau. Kalau biasanya kan hanya melihat lewat televisi, sekarang bisa bertemu langsung itu kesempatan yang sangat langka,” ujar Emilia, perempuan petani kopi ini.

Khofifah pun merasa takjub dengan kebersahajaan warga. Ia melihat ada persaudaraan yang sangat kental, kebersamaan yang kuat dan persatuan serta kegotong-royongan warganya.

“Terharu rasanya melihat sambutan yang begitu hangat. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya. Mudah-mudahan persatuan dan kegotong-royongan ini bisa membangun kehidupan warga OKU Selatan makin sejahtera dan bahagia,” kata Mensos. (Stevani Elisabeth)