TEC Bakal Gelar Taiwan Higher Education Fair 2018

TEC Bakal Gelar Taiwan Higher Education Fair 2018

Chairman Taiwan Education Center (TEC) Rini Lestari bersama timnya saat berkunjung ke Universitas Atma Jaya, Rabu (8/11). Tim TEC Indonesia disambut oleh Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gregorius Sri Nurhartanto(Dok. Chairman TEC Indonesia Rini Lestari)

SHNet, Jakarta- Taiwan Education Center (TEC) akan menggelar Taiwan Higher Education Fair 2018 di beberapa perguruan tinggi Indonesia, Februari mendatang.

Hal tersebut diutarakan Chairman TEC Indonesia, Rini Lestari dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (9/11).

Sehari sebelumnya, tim kerja TEC Indonesia kembali berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka mematangkan sejumlah kegiatannya seperti penyelenggaraan Taiwan Higher Education Fair 2018 pada 7 Februari 2018 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Kunjungan ke UGM, TIM Kerja TEC Indonesia yang dipimpin oleh Chairman TEC Indonesia, Rini Lestari bersama Manager TEC Indonesia, Tania serta Perwakilan dari Tunghai University, Henk Vynckier dan Evonne Liu yang diterima oleh Kepala Urusan Hubungan Internasional UGM, I Made Andi Arsana.

Rini mengatakan, sejauh ini seluruh rangkaian kerja dan program-program kerjasama TEC Indonesia dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia berjalan lancar. Diantaranya rencana Kerjasama Fakultas Kedokteran Gigi UGM dengan Chung Shan Medical University yang mana juga telah bekerjasama dengan Tunghai University.

“TEC Indonesia bersedia memfasilitasi terjalinnya kerjasama antara Fakultas Kedokteran Gigi UGM dengan Chung Shan Medical University. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Dr. Ahmad Syaify telah melakukan pembicaraan intensif dengan kami terkait keinginannya untuk menjalin kerjasama dengan Chung Shan Medical University,” ungkap Rini.

Ia mengatakan sebelumnya pada 6 November 2017, TEC Indonesia juga berkunjung ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan bertemu Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gregorius Sri Nurhartanto sehubungan dengan penandatanganan MOU Kerjasama dengan Tunghai University yang diwakili oleh Chairman TEC Indonesia di saksikan perwakilan Tunghai University.

“TEC Indonesia turun langsung ke Yogyakarta karena melihat provinsi ini punya julukan provinsi pelajar dan belum pernah menyelenggarakan pameran pendidikan Taiwan. Selain itu, di Yogyakarta juga belum terbentuk Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia atau ICATI, dan rencananya TEC Indonesia akan membuka Kantor Perwakilannya di UGM untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya,” jelas Rini.

Pameran Taiwan Higher Education Fair 2018 rencananya akan di gelar di Bandung pada 5 Februari 2018, Yogyakarta 7 Februari 2018 yang akan diikuti 20 Universitas Ternama di Taiwan dan Semarang 9 Februari 2018. Untuk penyelenggaraan Pameran Taiwan Higher Education Fair 2018 di Yogyakarta 7 Februari 2018 rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan juga tamu undangan khusus lainnya.

Program-program kerjasama TEC Indonesia juga disambut baik Perguruan Tinggi lainnya di Yogyakarta diantaranya Universitas Kristen Duta Wacana yang telah menandatangani MOU dengan Tunghai University diwakili oleh Rini Lestari sebagai Chairman TEC Indonesia pada 6 November 2017.

Penjajakan kerjasama lainnya oleh TEC Indonesia yaitu berkunjung ke Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga bertemu Direktur kerjasama hubungan internasional Frances Sinanu dan Universitas Kristen Soegijapranata Semarang dan bertemu dengan wakil Rektor Benny D. Setianto dari pertemuan ini direncanakan akan mendirikan Taiwan Corner di perpustakaannya dan akan kerjasama dibidang language center bahasa mandarin. TIM Kerja TEC Indonesia juga mengadakan lawatan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta dan mensosialisasikan mengenai informasi pendidikan di Taiwan yang banyak belum diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

“Di Taiwan sudah ada sertifikasinya untuk makanan halal. Jadi Muslim yang wisata atau sekolah di sana tidak perlu bingung untuk makan sehari-hari. Bahan makanan juga semakin mudah ditemukan dan tempat untuk menjalankan Ibadah Sholat,” ungkapnya. (Stevani Elisabeth)