Tahapan Pemilu 2019 Harus Sesuai Rencana

Tahapan Pemilu 2019 Harus Sesuai Rencana

www.openclipart.org

SHNet, JAKARTA – Penyelenggara pemilu menghadapi tantangan tahapan yang tidak ringan jelang pelaksanaan pemilu 2019. Pada tahun 2018, penyelenggara pemilu akan sibuk dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 17 propinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Pelaksanaan pilkada akan berlangsung tanggal 27 Juni 2017, sementara pemilu serentak akan berlangsung tanggal 17 April 2019. “Dengan berhimpitannya agenda dan jadwal pilkada langsung 2018 dan pemilu 2019, diharapkan kerja ekstra dari penyelenggara agar tiap tahapan berjalan sesuai rencana,” kata kader Partai Demokrai Indonesia Perjuangan (PDIP), Ferdy Seriang di Jakarta, Rabu (22/11).

Tahapan pilkada dan pemilu yang tidak sesuai rencana, tidak saja merepotkan penyelenggara pemilu, tetapi juga peserta pemilu.

Ia berpendapat, pemilu 2019 sebagaimana diatur dalam UU No 7 Tahun 2017 akan cukup rumit. Saat mencoblos surat suara di bilik tempat pemungutan suara (TPS), pemilih harus mencoblos 5 (lima) surat suara yang berbeda (surat suara pemilihan presiden-wakil presiden, DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD). “Karena itu, ditiap TPS bisa jadi harus menyiapkan penerangan yang cukup bilamana rekapitulasi suara harus dilaksanakan hingga malam hari,” katanya.

Ferdy Seriang juga mengatakan pada pemilu mendatang, partai yang paling siap dengan pengorganisasian dan pelatihan saksi yang bisa mengkawal perolahan suara di setiap TPS. Ia yakin PDIP siap dengan tantangan tersebut. Pengorganisasian dan pelatihan partai, katanya, terus dilakukan oleh partai. (IJ)