Sail Sabang 2017, Wahana Percepatan Pembangunan Aceh

Sail Sabang 2017, Wahana Percepatan Pembangunan Aceh

Launching Sail Sabang 2017, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Kamis (9/11). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf mengatakan Sail Sabang 2017 yang akan digelar 28 November hingga 5 Desember 2017 merupakan wahana percepatan pembangunan di Bumi Serambi Mekah.

“Sail Sabang tidak hanya mempromosikan wisata Aceh dan juga mau mengatakan bahwa Aceh sudah aman. Tetapi wahana untuk mendorong percepatan pembangunan Aceh,” ujarnya saat Launching Sail Sabang 2017, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Kamis (9/11) malam.

Dia menjelaskan, Sail Sabang yang mengusung tema Trail of Sea Civilization ini bertujuan mengingatkan kembali dunia bahwa Sabang pernah menjadi titik temu peradaban berbagai bangsa; Arab, Cina, Eropa dan India, dan ini telah diceritakan dalam perjalanan Perahu Borobudur Samudraraksa menjelajahi hingga Afrika. Sabang juga pernah sebagai titik tolak peziarah haji ke Mekkah.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Presiden RI Joko Widodo meminta Sail Sabang 2017 harus menghadirkan sesuatu. Sabang bisa menjadi destinasi wisata bahari dan tiap tahun disinggahi kapal pesiar dan yacht dari mancanegara.

“Tahun lalu, ada 10 cruise tiba di Sabang dengan membawa 6.137 wisman serta 37 yacht membawa 82 wisman. Total kunjungan wisman dengan yacth, cruise dan diving per November 2016 mencapai 9.763 wisman. Event Sail Sabang menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman k Sabang,” tutur Arief Yahya.

Menurutnya, promosi Sail Sabang 2017 dilakukan melalui media online dan offline diantaranya promosi melalui media dalam dan luar ruangan di tempat-tempat strategis di mancanegara seperti di Changi Airport Singapura dan Kuala Lumpur International Airport, serta tayangan di CNN, BBC dan Fox.

Promosi juga dilakukan lewat komunitas yachter internasional dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia dan Eropa. “Di Phuket itu ada 10 juta wisman berkumpul. Kita jadikan Phuket sebagai hub dari Sabang,” kata Menpar. (Stevani Elisabeth)