Resolusi Indonesia – Belanda Disetujui PBB Hasil Pepera Akan Dipatuhi

Resolusi Indonesia – Belanda Disetujui PBB Hasil Pepera Akan Dipatuhi

Amandemen Negara-Negara Afrika Ditolak

Jakarta, 21 November 1969 – Sidang Majelis Umum PBB telah menyetujui resolusi bersama Indonesia – Belanda yang menghendaki supaya PBB menerima hasil pelaksanaan Pepera yang baru-baru ini dilakukan di Irian Barat serta mematuhinya. Dalam pemungutan suara yang dilakukan, 84 suara menyetujui, 30 anstain dan tidak ada suara yang menolak.

Sebelum dilakukan pemungutan suara telah terjadi perdebatan sengit, karena sekelompok negara Afrika yang dipimpin oleh perutusan Ghana, Richard Akwei mengeluarkan suara yang menentang pelaksanaan Pepera tersebut. Mereka menyatakan, bahwa cara yang dijalankan untuk Pepera itu merupakan penyelewengan dari demokrasi dan melanggar prinsip serta kebiasaan internasional.

Wakil negara Afrika itu menghendaki supaya itu menghendaki supaya diadakan sekali lagi plebisit di Irian Barat apling lambat tahun 1975.

dalam perdebatan tersebut Indonesia telah didukung oleh wakil Malaysia, Birma, Thailand, Jepang dan India yang semuanya menyatakan, bahwa hasil Pepera di Irian Barat itu telah syah dan tak perlu diganggu gugat lagi.

Wakil Malaysia Ngah Muhammad mengatakan, bahwa sebenarnya hasil Pepera itu tak perlu dipersoalkan lagi, karena pihak Belanda sendiri sebagai salah satu pihak yang mengadakan persetujuan New York tahun 1962 telah menyetujui dan menyatakan akan mematuhi hasil Pepera itu.

Wakil Indonesia Sudjarwo Tjokronegoro dalam pidatonya yang terutama ditujukan kepada negara yang menentang resolusi, antara lain menyatakan, bahwa Indonesia selalu membantu perjuangan kemerdekaan negara Afrika.

Menlu Belanda Joseph Luns mengatakan, bahwa sekalipun perutusan PBB Ortiz Sanz menyatakan kekwatirannya tentang pelaksanaan Pepera, ternyata Pepera itu akhirnya telah berlangsung dengan baik dan wakil Irian Barat telah menentukan pendapat mereka, yaitu tetap bergabung kepada Republik Indonesia.

Amandemen negara-negara Afrika ditolak
Menurut laporan VOA dari Markas Besar PBB di New York, beberapa negara Afrika yang menentang hasil Pepera telah mendapat tekanan dari negara Asia , kemudian wakil negara Afrika itu mengajukan amandemen atas resolusi bersama Indonesia – Belanda, akan tetapi amandemen tersebut ditolak.

Dapat ditambahkan bahwa resolusi bersama Indonesia – Belanda turut disponsori oleh Malaysia, Muangthai, Belgia dan Luxemburg. Ternyata dalam pemungutan suara yang menyetujui ialah negara Asia dan Barat serta negara Pakta Warsawa, sedang yang abstain sejumlah negara Afrika dan Amerika Selatan.

Menurut keterangan kalangan PBB, sebab utama beberapa negara Afrika menentang resolusi Indonesia – Belanda dan kemudian mengeluarkan suara abstain ialah, karena mereka khawatir bahwa cara plebisit di Irian Barat itu dikemudian hari dapat ditiru atau menjadi kebiasaan sehingga dapat pula dipergunakan di Afrika, seperti di Rhodesia, Afrika serta wilayah lainnya yang masih dijajah. (SH)