Rencana Bakar Pelabuhan Semarang

Rencana Bakar Pelabuhan Semarang

 – Sejumlah Pelakunya Ditangkap
– Ada Hubungan Dengan PGRS
– Berbagai Alat peledak Disita

Semarang, 12 November 1972 – Usaha pembakaran pelabuhan Semarang merupakan salah satu strategi dari sisa-sisa G30S/PKI termasuk pembakaran proyek vital lainnya, demikian ditegaskan oleh Pangdam VII/Diponegoro Mayjen Widodo di Klaten.

Sumber “SH” di Semarang menerangkan bahwa rencana pembakaran pelabuhan Semarang akan dilaksanakan antara tanggal 1 sampai 5 November 1972 yang bulan lalu. Sejumlah pelaku yang belum diumumkan namanya dan ada hubungannya dengan PGRS telah berhasil ditangkap baik di dalam kota maupun di pelabuhan Semarang.

Sumber “SH” di Semarang yang tidak bersedia namanya menerangkan lebih lanjut, bahwa dokumen tentang rencana penghancuran pusat ekonomi Jateng di Semarang telah berhasil disita sebelum hari “H”.

sebagai bahan bukti telah berhasil disita berbagai macam alat peledak yang telah berhasil dipasang dibeberapa tempat strategis dan dalam keadaan tersamar dan dalam keadaan tersamar juga beberapa pucuk senjata yang diselundupkan lewat perahu-perahu yang datang dari dataran Kalimantan.

Disamping itu tumpukan balok kayu jati yang akan dikirim keluar daerah, di sela-selanya telah ditempatkan rumput kering untuk persiapan pembakaran.

Dokumen-dokumen
Dokumen tersebut dibuat di Jakarta dan Semarang dan telah dipersiapkan secara rapi.
Dikatakan bahwa penghancuran pelabuhan Semarang tersebut direncanakan semacam apa yang yang di Tanjung Priok, dan untuk ini perbuatan tersebut merupakan tindakan subversi dengan berbagai macam sabotase. Ada kemungkinan bawar bahwa para anggota PGRS ada hubugannya/kontak politik secara langsung dengan oknum di kota ini, terutama sisa-sisa oknum G30S/PKI.

Kasak-kusuk Ex. Tapol terlihat belakangan ini meningkat dan menunjukkan bahwa mereka masih tetap patuh pada azasnya semula. Hubungan mereka dilewatkan pelabuhan Semarang dengan perahu antar pulau maupun lewat udara dan darat. Pengejaran terhadap pelaku lainnya terus dilakukan oleh Laksus setempat.

Sementara itu Panglima Widodo menandaskan di Klaten bahwa kebakaran beberapa hutan di Jateng diduga sebagai akibat tindakan sisa-sisa PKI untuk menggagalkan sidang MPR.
Sasaran mereka disamping rencana jangka pendek juga rencana jangka panjang berupa pembakaran gedung-gedung vital, gudang makanan serta persedian minyak bumi. (SH)