Puluhan PKL Demak Hadapai Ketidakjelasan

Puluhan PKL Demak Hadapai Ketidakjelasan

Pasca digusur, ratusan PKL di Demak, Jawa Tengah luntang-lantung. (Foto: LBH Demak)

SHNet, DEMAK – Terkait adanya rencana penggusuran PKL Depan Kabupaten dan PKL Katonsari, Kamis (9/11) sejumlah perwakilan Paguyuban Pedagang mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya.

Ahmad Zaini, PKL Katonsari yang di daulat sebagai koordinator pedagang kali Lima Kabupaten Demak menyampaikan sebenarnya banyak persoalan yang di hadapi oleh pedagang khususnya pedagang kali lima. Contohnya, yang ada di depan Kabupaten Demak, ratusan pedagang digusur tanpa penataan relokasi atau konsep yang jelas mereka mau pindah kemana?

PKL disepanjang jalur Katonsari juga mau digusur dengan dalih penataan, ditambah lagi dengan PKL yang ada di tempat lain.

Haryanto, Pengabdi Bantuan Hukum LBH Demak Raya yang menerima pengaduan ini menyampaikan, LBH sendiri menilai ada keganjilan pada relokasi yang pedagang. Pemerintah daerah (Pemda) menyampaikan bahwa para pedagang khususnya depan kantor pemda mengganggu kenyamanan trotoar. Nyatanya, mereka direlokasi di sekitar SMP 5 Demak, yang juga menggunakan trotoar.

Karena itu, Haryanto mempertanyakan komitmen pemerintah tentang penataan PKL, karena yang digembor-gemborkan adalah penataan. Namun, penataan yang mana dan konsepnya mau seperti apa hingga kini tidak jelas.

Sekretaris LBH Demak Raya, Anwar Sadad, mengatakan di tengah minimnya regulasi yang mengatur PKL, pihak berwenang melontarkan beberapa dalih ketika melakukan penggusuran. Misalnya, demi kepentingan publik, perluasan lahan hijau, untuk pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya.  (JI)