Pemilu Serentak Untuk Hasilkan Pemerintahan yang Stabil

Pemilu Serentak Untuk Hasilkan Pemerintahan yang Stabil

Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar dalam acara pendidikan Etika dan Budaya Politik Bagi Partai Politik di Banten, Selasa (21/11). Dia mengatakan, pendidikan politik harus digalakkan karena nilai-nilai kebangsaan semakin merosot. (Foto : Ist)

SHNet, Jakarta – Pemilu legislatif dan presiden akan dilakukan secara serentak pada 2019. Hasil pemilu ini diharapkan dapat membuat pemerintahan berjalan stabil dan efektis. Sebab, sejauh ini, meskipun Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial, dalam kenyataannya banyak kebijakan pemerintah yang harus mendapatkan dukungan dari DPR.

Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar menjelaskan, pemilu serentak 2019 akan membuat presiden memiliki legitimasi yang kuat.

“Dia sudah mendapatkan dukungan yang memadai sejak awal dari partai-partai di DPR,” katanya di sela-sela acara pendidikan Etika dan Budaya Politik Bagi Partai Politik di Banten, Selasa (21/11). Sementara itu, dari sisi legislatif, pemilu serentak akan menghasilkan DPR yang fungsional dan proporsional.

Dalam kesempatan itu, Bahtiar juga menyampaikan pentingnya pendidikan politik. Sejak reformasi bergulir, Indonesia telah memilih demokrasi untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sayangnya, meski usia reformasi hampir dua dekade, demokrasi yang sesuai dasar negara Pancasila masih jauh dari harapan.

“Meski ada partai politik yang harus melakukan pendidikan politik, kita juga melakukannya supaya lebih maksimal,” ujarnya. Direktorat Poldagri, Selasa (21/11) menyelenggarakan Pendidikan Etika dan Budaya Politik Bagi Partai Politik di Banten.

Menurutnya, pendidikan politik diperlukan karena saat ini implementasi budaya politik demokratis berdasarkan Pancasila belum optimal. Selain itu, fanatisme kedaerahan yang sempit masih ada.

“Penghayatan kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga masih lemah. Begitu pula sikap keteladanan dalam berprilaku masih kurang,” katanya.Bahkan, ia menambahkan, nilai-nilai kebangsaan saat ini sedang merosot. (TH)