Pariwisata, Energi Baru untuk Meningkatkan Ekonomi

Pariwisata, Energi Baru untuk Meningkatkan Ekonomi

Generasi milenial rela tidak beli pakaian atau barang, asal bisa wisata. (Ist)

SHNet, Jakarta- Ekonom Indonesia Faisal Basri berpendapat, pariwisata merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi yang terus melambat.

“Tourism di Indonesia merupakan energi baru untuk meningkatkan ekonomi yang terus melambat,” ujarnya dalam Indonesia Tourism Outlook (ITO), di Jakarta, Rabu (1/11).

Menurutnya, harapan terbesar saat ini ada di pariwisata dan kelautan. “Turisnya ditangkap dengan dimudahkan visanya dan mereka tinggal lama di Indonesia,”kata Faisal.

Menurutnya, 2018-2019 dunia semakin baik pertumbuhannya. Harapan wisman dari Jepang, Amerika, Eropa, Tiongkok lebih banyak berkunjung ke Indonesia. Dia memperkirakan Indonesia bisa meraup keuntungan sebesar Rp 200 triliun dari pariwisata pada 2019.

Namun yang menjadi tantangan saat ini, lanjut Faisal, masih banyak orang Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Umroh salah satu contohnya.

“Tantanganya bagaimana ajak orang Indonesia berwisata di dalam negeri. Jangan wisata ke Jepang atau Korea. Jepang dan Korea ini luar biasa memanjakan turis dari Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan bahwa generasi milenial dan profesional saat ini rela mengurangi pengeluaran mereka untuk membeli barang dan beralih ke wisata.

“Kemacetan di kota-kota besar di Indonesia membuat generasi milenial dan profesional berusaha mencari tempat yang sunyi. Mereka mau kurangi uang untuk beli baju dan makanan, asalkan bisa nabung buat wisata,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)