Microsoft Gandakan Investasi Energi Angin untuk Menggerakkan Pusat Data

Microsoft Gandakan Investasi Energi Angin untuk Menggerakkan Pusat Data

Ilustrasi / evwind.es file

SHNet, Amsterdam – Seiring permintaan global yang semakin meningkat terhadap layanan energi dan komputasi awan, perusahaan multinasional Amerika Serikat, Microsoft Corporation berinvestasi pada energi angin lebih banyak daripada sebelumnya. Bermitra dengan Vattenfall, Microsoft telah sepakat untuk membeli semua energi yang dihasilkan dari ladang angin berkapasitas 180 megawatt yang akan berlokasi pada salah satu pusat data di luar Amsterdam, Belanda.

Menyusul kesepakatan serupa dengan General Electric di Irlandia awal bulan ini, Microsoft memegang teguh komitmennya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. “Dengan berfokus pada proyek lokal, kami dapat menciptakan peluang ekonomi baru, mengurangi emisi karbon dan membuat kemajuan atas komitmen global kami untuk meningkatkan jumlah energi bersih yang digunakan guna menggerakkan Microsoft Cloud, “kata Brian Janous, general manager energi Microsoft.

Vattenfall adalah salah satu generator panas dan listrik terbesar di Eropa dan sangat bergantung pada layanan komputasi awan Microsoft untuk analisis data. Dengan bantuan Microsoft, Vattenfall percaya bahwa secara efisien dapat menghasilkan energi dengan menggunakan Azure dan perangkat komputasi awan lainnya.

Pembangunan perluasan baru di ladang angin Wieringermeer akan dimulai pada 2018 dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2019. Setelah menyelesaikan proyek ini, ladang angin akan dibuka sebagai salah satu ladang peternakan angin darat terbesar di Belanda. Secara total, lebih dari 100 turbin angin akan dibangun dengan target 1,3 miliar kWh energi.

Microsoft akan memiliki akses ke hampir 800MW energi terbarukan setelah selesainya proyek. Pada akhir 2018, Microsoft mencoba melampaui lebih dari 50 persen energi terbarukan untuk pusat datanya. (HNP)