Lupakan Sejarah Lama

Presiden Soeharto Terima Dubes Baru Belanda

Lupakan Sejarah Lama

Dubes Brazilia Tunjukkan Pengertian Akan Cita-Cita Bangsa Indonesia

Jakarta, 16 November 1968 – Lagu kebangsaan Belanda “Willhelmus” Sabtu siang menggema di Istana Merdeka ketika Dubes baru Belanda untuk Indonesia Hugo Scheltema, menyampaikan surat kepercayaannya kepada Presiden Soeharto.
Sebelumnya, Dubes baru Brazilia Antonio Mendes Vianna ditempat yang sama telah pula menyampaikan credentials kepada Kepala Negara RI dengan membawa salam dari Presiden Costa e Silva.

Jenderal Soeharto yang mengenakan jas hitam dan kopiah menyatakan kepada Dubes Belanda bahwa ia sependapat kedua bangsa dan negara harus berusaha untuk menghilangkan sisa-sisa peninggalan sejarah masa lampau.

Dalam bahasa Belanda Dubes Scheltema menyampaikan salam Ratu Juliana untuk Presiden Soeharto dan rakyat Indonesia.
Dubes Brazilia Antonio Mendes Vianna dalam pidatonya menyatakan bahwa antara RI dan Brazilia ada persamaan yakni keduanya enggan akan suatu ideologi yang tidak sesuai dengan nasionalisme mereka.

Presiden Soeharto menyatakan kegembiraan dan berkata bahwa “ini merupakan bukti Yang Mulia mengetahui dan mengerti cita-cita bangsa Indonesia”.

Upacara dihadiri antara lain oleh Menlu Adam Malik dan pejabat tinggi Deplu yanng mengenakan jas serba putih sedang dihalaman muka Istana Merdeka kedua Dubes disambut oleh Kompi pasukan kehormatan yang berseragam merah tua. (SH)