Lembaga Internasional Apresiasi Bansos Non Tunai PKH

Lembaga Internasional Apresiasi Bansos Non Tunai PKH

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa usai menyalurkan Bansos KH non tunai, di Surabaya, Sabtu (11/11). (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Surabaya- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga dan syukurnya bahwa program penanggulangan kemiskinan di Indonesia melalui bansos non tunai PKH mendapat perhatian dan apresiasi dari lembaga serta komunitas internasional.

“Bank Dunia, Ratu Maxima dari Belanda, Miss Universe Iris Mittenaere, bahkan salah satu doktor Universitas Stanford dari Amerika Michael Samson yang merupakan suhu di bidang Perlindungan Sosial mengakui keberhasilan Indonesia dalam pengentasan kemiskinan melalui program PKH secara non tunai atau yang di dunia disebut Conditional Cash Transfer,” katanya saat menyampaikan arahannya dihadapan peserta tes calon Pendamping PKH di Surabaya, Minggu (12/11).

Apresiasi tersebut didasarkan atas komitmen pemerintah yang secara signifikan meningkatkan penerima manfaatnya. Tercatat tahun 2014 mencapai 2,7 juta KPM, bertambah 2015 menjadi 3,5 juta KPM dan tahun 2017 menjadi 6 juta KPM serta tahun 2018 direncanakan menjadi 10 juta KPM.

“Ini merupakan kebijakan bansos yang revolusioner baik dari peningkatan penerima yang signifikan maupun transformasi teknologinya,” kata Khofifah.

Pada saat yang sama, lanjutnya, juga dilakukan berbagai inovasi teknologi penyaluran bansos. Jika tahun tahun 2015 masih menggunakan sistem tunai maka mulai pertengahan Juni 2016 sudah menggunakan sistem non tunai melalui bank penyalur dari empat bank negara dengan menggunakankartu kombo yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki vitur saving account dan e-wallet sehingga penerima bansos bisa mulai menabung dan sekaligus berbagai bansos bisa disatukan dalam satu kartu termasuk bansos daerah.

Inovasi keknologi perbankan juga terus ditingkatkan terutama untuk menjangkau daerah terpencil, kepulauan dan pedalaman serta perbatasan melalui EDC offline serta VSAT.

Apresiasi positif baru-baru ini juga mengemuka dalam forum APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) dimana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengapresiasi Indonesia dalam penanggulangan kemiskinan.

“Presiden Trump memuji Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu bertransformasi cemerlang di Asia. Khususnya mengapresiasi pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan sejak 1990-an. Indonesia bisa mengangkat dirinya sendiri dari kemiskinan dan kini menjadi salah satu bangsa yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20,” terang Khofifah mengutip pidato Trump.

Karena itu kepada para calon Pendamping PKH yang mengikuti tes seleksi Mensos berharap kelak ketika mereka lolos seleksi Pendamping PKH akan ada kebanggaan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah langkah besar negara mewujudkan masyarakat sejahtera yang adil dan merata.

Peran pendamping, lanjutnya, sangat vital karena menentukan keberhasilan program PKH di masyarakat. Karena melalui pendampingan tersebut terjalin komunikasi dua arah dan berlangsung proses pembimbingan menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Ada motivasi-motivasi yang mendorong mereka untuk tidak miskin lagi.

Pendamping menjadi lini terdepan untuk memutus mata rantai kemiskinan sebagaimana tujuan bansos PKH. Hal ini bisa ditemukan dalam berbagai testimoni penerima PKH yang sudah mandiri, mereka selalu menyebutkan bahwa motivasi dari pendamping sangat besar pengaruhnya.

Khofifah mengatakan di pengujung 2017 Kemensos menambah personil Sumber Daya Manusia (SDM) PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 17.115 orang untuk mendukung maksimalisasi penyaluran bansos non tunai tahun 2018.

“Tahun depan akan menjadi tahun penting bagi PKH dan BPNT dikarenakan cakupan layanan akan diperluas menjadi 10 juta KPM PKH di 514 kabupaten/kota dan 10 juta KPM penerima BPNT di 98 kota dan 118 kabupaten. Berdasarkan analisis dan pemetaan, jumlah kebutuhan SDM PKH dan BPNT adalah 17.115 orang,” kata Khofifah.

Sedangkan posisi yang dibutuhkan adalah Pekerja Sosial Supervisor, Pendamping Sosial, Pendamping Sosial PKH Akses, Administrator Database Provinsi/Kabupaten/kota Koordinator Regional, Koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten/Kota, dan Koordinator Kesejahteraan Sosial Kabupaten/Kota.

Tahun ini secara nasional jumlah pelamar secara online melalui aplikasi PKH dan BPNT mencapai 406 ribu, dan yang memenuhi persyaratan sebesar 263.493 orang sementara yang dinyatakan lulus seleksi administrasi adalah 34.170 orang. Kelulusan ini berdasarkan passing grade (batas kelulusan minimal) yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi dan berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang dan Psikotes.

“Pelaksanaan tes ini dilakukan serentak di 30 provinsi di 109 titik dan Selasa 14 November 2017 akan dilaksanakan di empat propinsi yaitu Papua, Papua Barat, NTT dan Maluku di 16 titik lokasi,” terang Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat. (Stevani Elisabeth)