KONI Pusat Dukung Arung Jeram Tampil di PON Papua 2020

KONI Pusat Dukung Arung Jeram Tampil di PON Papua 2020

MENERIMA - Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman (ketiga dari kiri) saat menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2017-2021, Ir RA Amalia Yunita MM CSR dan anggotanya di Gedung KONI Pusat Jakarta, akhir pekan lalu. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Cabang olahraga (cabor) arung jeram memasuki babak baru. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendukung cabor arung jeram tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Dukungan itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat menerima Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2017-2021, Ir RA Amalia Yunita MM CSR dan anggotanya di Gedung KONI Pusat Jakarta, akhir pekan lalu.

“Kami berterima kasih kepada pak Tono Suratman yang mendukung arung jeram tampil di PON Papua 2020. Ini merupakan suatu kebanggaan yang telah lama diimpikan atlit arung jeram,” kata RA Amalia Yunita.

Tampilnya arung jeram di PON 2020, dipastikan Amalia Yunita tidak akan memberatkan. Sebaliknya menguntungkan pihak tuan rumah Papua. “Tuan rumah Papua akan untung jika cabor arung jeram dipertandingkan. Dengan investasi untuk pembangunan venue yang sangat kecil karena sudah disediakan alam, Papua bisa mempromosikan keindahan alamnya. Di sana kan banyak sungai-sungai indah yang bisa menarik wisatawan lokal maupun asing,” katanya.

Bagaimana masalah penginapan? “Tak usah khawatir. Atlet arung jeram sudah terbiasa menginap di tenda-tenda di bantaran sungai,” jawabnya.

Tugas RA Amalia Yunita yang terpilih menggantikan Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Trusono dalam Munas FAJI di Lampung, 6 November lalu, cukup berat. Tapi, ia yakin mampu melaksanakan tugasnya karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB FAJI periode 1996-2001.

Bukan hanya meningkatkan prestasi atletnya yang sudah menembus kancah dunia, tapi FAJI berperan dalam konservasi sebagai katalisator membersihkan sungai-sungai yang ada di Indonesia.

“FAJI itu lingkup tugasnya bukan hanya mengurus prestasi olah raga arung jeram tapi juga ada sisi pariwisata dan konservasi dimana pariwisata saat ini berkembang dan juga untuk konservasi penting dilakukan mengingat sungai-sungai di Indonesia relatif terpolusi,” pesan Tono.

Apa yang dipesan Tono Suratman itu sangat dipahami Amalia Yunita. “Kami akan berusaha mewujudkan pesan pak Tono,” kata RA Amalia Yunita yang akrab dipanggil Yuni.

Soal program, Yuni menyebut ada lima program yang difokuskan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga arung jeram Indonesia. Pertama, memasyarakatkan kompetisi arung jeram. Kedua, meningkatkan posisi Indonesia di dunia kompetisi arung jeram internasional.

“Di tahun 2015, Indonesia pernah menembus peringkat keempat dunia pada World Rafting Championships. Jadi, kita ingin meningkatkan prestasi tersebut,” jelasnya.

Program ketiga adalah meningkatkan kompetensi pelaku wisata arung jeram sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. Keempat, menjadi bagian dari upaya konservasi sungai dan kelima, meningkatkan tata kelola organisasi.

Soal kejurnas, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Wisata Petualangan Kemenpar ini menyebut sudah ditetapkan di Probolinggo, Jawa Timur, 18-22 Desember 2017. “Kita berharap seluruh atlet arung jeram dari 18 daerah bisa tampil di kejurnas,” katanya.  (Nonnie Rering)