Jangan Hanya Truk, Kendaraan Pribadi Juga Mesti Dibatas di Tol Jakarta-Cikampek

Jangan Hanya Truk, Kendaraan Pribadi Juga Mesti Dibatas di Tol Jakarta-Cikampek

Tol Cikampek (Ist)

SHNet, JAKARTA – Organda mengusulkan penerapan pengaturan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi golongan I di area tol Jakarta – Cikampek, serta adanya jalur khusus bus.

Ivan Kamadjaja, Ketua Angkutan Barang DPP Organda mengatakan, Tol Jakarta Cikampek merupakan pendukung kawasan industri yang bisa lebih efektif jika ada pengaturan untuk kendaraan pribadi. “Selain kendaraan pribadi, juga truk golongan II – III, misalnya dengan cara ganjil-genap yang sudah teruji di beberapa daerah lain dan juga pembuatan jalur khusus untuk bus,” katanya.

Menurut Ivan, pendekatan tersebut akan mengoptimalkan laju kendaraan dan memberikan kenyamanan lebih bagi semua pengguna jalan. Organda menilai, hasil uji coba pemerintah melalui BPTJ yang melakukan pengaturan arus kendaraan truk ruas Jakarta-Cikampek-Jakarta pada 16 – 20 Oktober 2017 lalu belum menunjukkan hasil yang maksimal.

Hasil evaluasi uji coba selama 5 hari tersebut menunjukkan pengurangan kendaraan sejumlah 1.706 unit, turun dari 32.141 ke 30.435. Selama periode uji coba, ruas tol tersebut dibuat steril dari truk golongan IV – V pada pukul 6 hingga 9 pagi, waktu yang sebenarnya krusial bagi pengiriman barang untuk mengejar closing time pelabuhan.

Walaupun belum efektif, secara umum Organda mengapresiasi pengaturan tersebut melihat hasil positif lainnya, yakni peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan melintas hingga belasan persen selama masa uji coba.

Pemerintah berpendangan bahwa angkutan barang golongan IV – V sebagai penyebab kemacetan di area tersebut. Sementara, data BPTJ terkait proporsi kendaraan di simpang susun Cikunir selama bulan September 2017 menunjukkan bahwa ruas tol tersebut paling banyak dilalui oleh kendaraan golongan I (80,08%). Kawasan industri seyogyanya memprioritaskan akses jalan bagi kendaraan pendukung kegiatan usaha, termasuk kendaraan golongan IV dan V.

Kendati ukurannya yang besar dan terkesan memenuhi jalan, jumlah kendaraan berat yang melintas jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan pribadi yang berukuran kecil namun jumlahnya masif. Data Lalu Lintas Harian (LHR) PT. Jasa Marga (Persero) cabang Jakarta-Cikampek menjelaskan bahwa setiap bulannya ada sekitar 5 juta kendaraan golongan I yang melintas dari Cikampek hingga Bekasi Barat, sementara golongan II di bawah 800.000, dan sisanya di bawah 300.000. Rata-rata harian mencapai 200.000 kendaraan, sementara kapasitas harian resmi ruas tol tersebut adalah 92.000 kendaraan.

Usulan ganjil-genap sesuai dengan kenyataan di DKI Jakarta dan daerah lain. Menurut Ivan Kamadjaja, metode tersebut untuk diuji coba di arus tol Jakarta-Cikampek, khususnya untuk kendaraan pribadi. Hal ini dikarenakan kendaraan-kendaraan tersebut relatif lebih ringan, sehingga dapat melewati baik jalan arteri maupun jalan kawasan industri dengan risiko kerusakan jalan lebih kecil serta lebih aman jika dibandingkan dengan truk golongan IV–V yang jauh lebih berat. (JI)