Inilah Desa Terpadat Sejagad

Inilah Desa Terpadat Sejagad

Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Sulawesi Tengah (Foto: SHNet)

SHNet – Banyak orang ingin tinggal di kota. Kota banyak tawarkan bermacam-macam hal yang dibutuhkan. Tidak saja karena tersedia lapangan kerja, juga banyak hiburan yang tidak tersedia di desa.

Hanya sedikit orang yang ingin pindah ke desa dari kota. Itu juga lebih didominasi karena sudah memasuki usia pensiun, setelah sekian lama berkelana banting tulang hidup di kota. Arus urbanisasi tinggi sehingga hampir semua kota di Indonesia memiliki wilayah suburban.

Namun, tahukah Anda kalau di desa yang satu ini warganya enggan keluar dari kampung halamannya? Mereka rela berdesak-desakan di desanya karena tidak ingin tinggal berjauhan satu dengan yang lain. Bagi mereka kekeluargaan, tinggal dalam satu lokasi yang berdekatan jauh lebih penting dari macam-macam tawaran yang lain di luar sana.

Desa Jaya Bakti! Desa ini terletak di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Lebih dari 80 persen warga desa ini adalah suku bajo. Suku Bajo merupakan salah satu suku yang masih memegang adat istiadat secara ketat di Indonesia. Mereka berprofesi sebagai nelayan. Laut adalah tempat mereka mencari nafkah.

Konon suku bajo berasli Malaysia, keturunan Kerajaan Johor. Alkisah, suatu ketika anak gadis Raja Johor mandi di sungai dan hanyut karena tiba-tiba air bah datang akibat hujan lebat. Warga kerajaan pun diperintahkan oleh raja untuk mencari anak gadis yang dikenal dengan sebutan Putri Papu dengan cara apapun sampai di lautan lepas. Mereka tidak diijinan pulang hingga Putri Papu bisa ditemukan.

Perintah dari berabad-abad lamanya tidak pernah bisa dipenuhi oleh warga bajo (Bangsa Johor). Mereka pun tidak bisa pulang dan terus mencari Putri Papu di laut. Hal itulah yang membuat warga Suku Bajo selalu hidup dalam satu kelompok di pinggir pantai dengan pekerjaan utama sebagai nelayan.

Salah satu kelompok terbesar suku bajo mendiami Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Jumlah penduduk Kecamatan Pagimana pada tahun 2014 lalu sekitar 23.000 orang berdasarkan data Kabupaten Banggai. Dari jumlah itu, hampi 7.000 di antaranya adalah warga Desa Jaya Bakti yang terdiri dari sekitar 1.800 kepala keluarga. Sementara total penduduk Kabupaten Banggai sendiri pada tahun yang sama mencapai sekitar 243.000 jiwa.

Pemandangan pemukiman warga Desa Jaya Bakti, Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

Pemukiman warga Desa Jaya Bakti memiliki luas tak lebih dari 10 hektar. Rumah-rumah warga adalah rumah tradisonal dengan atap rumpia atau sink, berlantai dan berdinding kayu. Sebagian berdiri di atas laut dangkal dengan tiang-tiang kayu yang tinggi. Hal itu mengansipasi jika air laut pasang.

Satu rumah biasa ditempati oleh 2-4 keluarga dengan disekat oleh kain tiari masing-masing. Mereka terbiasa hidup rukun dan solider satu dengan yang lain. Kebahagian atau penderitaan seorang warga adalah milik bersama.

Beberapa warganya ada yang berprofesi sebagai petani yang bercocok tanam. Umumnya mereka bukan berlatar belakang suku bajo. Di Desa Jaya Bakti memang ada suku-suku lain, yang telah hidup berdampingan dengan suku bajo karena hubungan kawin-mawin. Misalnya suku bugis, suku haluan dan sebagainya.

Di Desa Jaya Bakti beragam jenis ikan kita bisa temukan. Umumnya oleh-oleh yang bisa didapat jika beranjangsana ke desa ini adalah ikan yang telah diramu dalam berbagai model. Ikan-ikan ini kebanyakan berasal dari perairan Tomini yang dikenal indah dan menawan itu.

Jika Anda ingin ke Desa Jaya Bakti, tidak terlalu sulit. Anda bisa ke Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai. Kabupaten ini banyak wilayah transmigrasi yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto dulu. Sesampai di Luwuk, langsung menuju Kecamatan Pagimana, yang jarak tempuhnya hanya 3-4 jam dari Luwuk dengan menggunakan mobil.

Pilihan lain adalah menuju Kota Ampana, Ibukota Kabupaten Toja Unauna. Dari kota kecil pinggir pantai ini, bisa naik mobil menuju Pagimana, juga dengan jarak tempuh kurang lebih sama dengan mobil.

Tidak perlu khawatir Anda akan bosan di jalan. Pemandangan sepanjang jalan akan membuat mata Anda manja dan tak ingin cepat-cepat pulang. Laut di Pagimana yakin akan membuat Anda damai dan tenang. Berlayarlah ke Teluk Tomini, sejuta pesona laut Anda akan dapatkan. (Inno Jemabut)