Duh, Hoax Bikin Kunjungan ke Bali Turun!

Duh, Hoax Bikin Kunjungan ke Bali Turun!

Para penyambut tamu toko suvenir Agung Bali berfoto bersama pengunjung di sela-sela kegiatan mereka menjalankan tugas, Senin (6/11).

SHNet, Bali – Berita yang tidak benar alias hoax telah menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali turun drastis. Hal ini bukan hanya dirasakan pelaku ekonomi di kawasan pariwisata Bali, melainkan juga oleh seluruh pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan dari mancanegara, Malindo Air.

Kenyataan tersebut terungkap dalam perbincangan SHNet dengan Suresh Vanan, PR & Communications Manager Perusahaan Penerbangan Malindo Air, di toko oleh-oleh Agung Bali, Denpasar, Senin (6/11).

Suresh mengatakan, sebelum beredarnya berita hoax tentang kondisi Gunung Agung, maskapai penerbangannya dalam sehari biasanya mengangkut 150 orang turis menuju ke Bali.

“Kami ada tiga kali penerbangan ke Bali dalam sehari,” kata Suresh.

Kondisi tersebut menurut Suresh telah berjalan selama lebih dari tiga tahun di maskapai penerbangannya, bahkan pada tahun-tahun terakhir, tren jumlah kunjungan kian meningkat. Menurutnya, tren yang meningkat tersebut karena Bali telah menjadi salah satu tujuan idaman bagi kebanyakan warga India untuk berlibur.

“Bali juga menjadi tujuan favorit pasangan-pasangan di India yang ingin berbulan madu,” ungkap Suresh.

Sayangnya, sejumlah berita palsu (hoax) yang menggambarkan Gunung Agung seolah-olah sedang erupsi, dan Bali dalam kondisi tidak aman, telah menyebabkan banyak wisatawan asal India yang membatalkan kunjungannya ke Pulau Dewata ini.

“Okupansi penerbangan ke sini turun drastis dalam dua-tiga minggu ini,” tutur Suresh.

Para penyambut tamu di toko oleh-oleh Agung Bali mengatakan hal senada. Ari Kusmira, salah satu penyambut tamu mengatakan bahwa beberapa minggu belakangan, tamu yang datang ke tokonya tidak sebanyak waktu-waktu biasanya.

“Padahal, di sini aman-aman saja. Gunung Agung jauh dari sini,” kata Ari.

Salah satu teman Ari menjelaskan, dalam kondisi normal dalam sehari paling tidak ada 2000-an tamu yang mengunjungi tokonya. Jumlah tersebut menurutnya meningkat lagi di masa-masa akhir pekan dan hari libur (whm).