Disrupsi Digital Tantangan Bagi Industri Perhotelan

Disrupsi Digital Tantangan Bagi Industri Perhotelan

 

SHNet, Jakarta – Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani mengatakan, disrupsi digital (digital disruption) mempengaruhi industri perhotelan dan dampaknya bisa positif dan negatif.

Menurutnya, industri perhotelan tidak bisa memungkiri kalau okupansi hotel sangat terbantu oleh jasa yang tersedia dari online travel agency.

“Para operator dan pemilik hotel kini harus menghadapi tantangan baru yakni tergerusnya keuntungan karena pemain OTA, yang kini menguasai permintaan kamar hotel melalui aplikasi dan web portalnya, meminta komisi yang cukup tinggi, ” ujar Hariyadi dalam jumpa pers” The Hotel Week Indonesia “, di Grand Sahid Jakarta, Senin (13/11).

Perhelatan The Hotel Week Indonesia akan dilaksanakan pada 23-25 November 2017 di Jakarta Convention Center.

” Komisi OTA besar juga loh. Rangenya bisa antara 20-30 persen, ” kata Haryadi.

Selain tantangan tersebut, industri perhotelan kini tengah menghadapi kelebihan pasokan kamar. Hal ini menyebabkan para pemain meminta pemerintah setempat untuk menerapkan moratorium pemberian izin hotel baru, terutama di kota – kota besar yang sudah banyak jumlah hotelnya.

“Saya belum paham kenapa investor masih tertarik membangun hotel, kalau nantinya tidak untung. Kan kita bisnis maunya untung. Ngapain kalau tidak untung, “tutur Haryadi yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Sementara itu Ketua Umum Jakarta Hotel Association Alexander Nayoan mengatakan, industri Perhotelan mengalami kekurangan tenaga ahli di bidangnya.

“Misalnya untuk posisi GM, dibutuhkan sekitar 54 sertifikasi profesi, sayangnya tidak bisa semua didapatkan. Inipun mengambil dari banyak tempat. Lembaga sertifikasi profesi pariwisata belum bisa menyediakan standarisasi profesi yang jelas, ” ungkap Alexander.

Menurutnya, industri perhotelan sangat memerlukan uluran tangan pemerintah untuk serius membenahi masalah sertifikasi, karena masa depan industri ini sangat tergantung dari SDM. (Stevani Elisabeth)