Disney Kembangkan Cara Unik Bagi Pengunjung Tunanetra untuk ‘Merasakan’ Sensasi Kembang Api

Disney Kembangkan Cara Unik Bagi Pengunjung Tunanetra untuk ‘Merasakan’ Sensasi Kembang Api

Disney Research

SHNet, Pittsburg – Jaringan pendukung laboratorium penelitian The Walt Disney Company, Disney Research, telah bekerja keras mengembangkan sebuah purwarupa untuk merasakan sensasi pengalaman kembang api yang unik yang dirancang khusus bagi pengguna tunanetra.

Kembang api biasanya memberikan tontonan hiburan malam hari yang mempesona yang dapat dinikmati orang-orang di seluruh dunia. Meskipun sejumlah perbaikan teknis telah diperkenalkan pada kembang api selama bertahun-tahun, hasilnya tetap sama:, langit layaknya sebuah layar cahaya magis dan intens yang dikagumi penontonnya di luar ruangan. Betapapun khasnya ledakan yang menandakan dimulainya kembang api, sensasi menikmati bentuk pacarannya merupakan pengalaman yang ditunggu-tunggu sebagian besar pengunjung.

Tapi nanti ada yang berbeda seperti yang akan terdapat di taman dan tempat hiburan dan bermain milik Disney.

Untuk alasan ini, Disney Research saat ini mengembangkan semacam tampilan sentuhan pyrotechnic yang disebut “Feeling Fireworks”, yang dirancang khusus bagi pengunjungnya yang tunanetra. Gagasan ini menawarkan “teknologi estetika bagi komunitas tuna netra dan masalah penglihatan,” jelas pimpinan riset, Paul Beardsley. Purwarupa ini bekerja dengan umpan balik sensasi sentuhan, yang pada dasarnya melibatkan serangkaian getaran peraba yang dapat menerjemahkan pengalaman yang dialami pengunjung.

Manfaat lainnya adalah solusinya relatif hemat biaya, karena penerapannya menggunakan jet air dari belakang layar. Agar pengalaman lebih interaktif, rangkaian kamera Microsoft Kinect mampu mengikuti pergerakan pengguna. Layar lateks dimana gambar ditransmisikan berukuran sekitar 0,9 meter x 0,9 meter. Sementara perangkat komputer Arduino bertanggung jawab untuk mengendalikan waktu dan tingkat semprotan jet air, menggambar berbagai bentuk di layar sehingga pengguna dapat merasakannya melalui permukaan. Kemudian gambar yang sama dicocokkan dari depan oleh proyektor, sehingga menciptakan efek 3D.

Sebuah sesi pengujian telah selesai dengan 18 peserta yang terlihat, dan hasilnya menunjukkan tingkat keberhasilannya 66 persen. Periset sangat terdorong oleh hasilnya, meskipun mereka tidak memberikan spesifik mengenai kapan teknologi tersebut akan diperkenalkan di Disney Park secara global, juga tidak ada masalah kelayakan spesifik yang dibahas dalam kaitannya bagaimana rancangan tersebut diintegrasikan ke dalam keseluruhan tata letak taman. Meski begitu, upaya tersebut merupakan langkah besar menuju arah yang benar.

Beardsley juga menentukan beberapa aplikasi tambahan untuk teknologinya tersebut, dirinya menjelaskan bahwa fakta “orang-orang tuna rungu memegang balon untuk memperkuat getaran ‘menunjukkan bahwa layar mungkin juga bisa menjadi dasar bagi pengalaman musikal perabaan-visual bagi komunitas tuna rungu.”

Disney Research sebelumnya pernah menggarap proyek lain yang menggunakan aplikasi yang mengembangkan pengalaman merasakan sensasi pada tahun 2013. Aplikasi itu dinamakan Aireal, dikombinasikan dengan radiasi tekanan ultrasonik dan vortisitas udara, yang memungkinkan “pengguna merasakan objek 3D virtual, merasakan tekstur udara bebas dan menerima umpan balik merasakan sensasi pada gerakan yang dilakukan di ruang bebas. (HNP)