Delegasi Parlemen Singapura Dengan Presiden

Delegasi Parlemen Singapura Dengan Presiden

Jakarta, 8 November 1973 – Presiden Soeharto menganggap penting adanya kerjasama antara negara ASEAN, tapi mengharapkan juga kerjasama itu tidak hanya terbatas pada tingkat pemerintah, juga antara wakil rakyat dari anggota ASEAN tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala Negara ketika menerima delegasi Parlemen Singapura, Kamis pagi di Istana Merdeka.
Wakil Ketua DPR Domo Pranoto yang mendampingi delegasi mengatakan bahwa kunjungan ini hanya bersifat kehormatan.

Domo tidak bersedia menjelaskan apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan “political talk” antara parlemen Indonesia tanggal 12 November nanti.
Kata Domo ia telah meminta Ketua Parlemen Singapura menyediakan waktu bertemu dengan pers selesai “political talk” itu.

Atas pertanyaan apakah juga dibicarakan masalah uang palsu yang menurut berita dicetak di Singapura Domo menjawab singkat “mungkin”. Tapi ia menambahkan adalah “unfair” kalau saya membentangkan apa yang akan dibicarakan nanti.

Delegasi perlemen Singapura berjumlah 10 orang dipimpin Ketuanya Dr. Yeoh Ghim Seng, Kamis siang delegasi ziarah ke makam pahlawan Kalibata, museum dan bertemu dengan Gubernur Ali Sadikin. Jum’at pagi melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. (SH)